Pasuruan (beritajatim.com) – Meskipun 17 Agustus telah usai namun jasa pemyewa baju adat malah dipenuhi pesanan. Pasalnya banyak anak yang menyewa baju adat guna mengikuti karnaval.
Seperti halnya toko penyewa baju adat di Desa Patuguran, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan. Terlihat banyak ibu yang mengantarkan anaknya untuk melakukan pengukuran baju.
“Baju yang dicari sama orang rata-rata baju adat orang Aceh, Bali, Kalimantan, sama Betawi. Baju yang laku gak cuman anak-anak, tapi orang dewasa juga,” kata Hamidah, Sabtu (20/8/2022).
Hamidah juga mengatakan bahwa penyewaan yang ia sewakan ini sudah mulai ramai semenjak awal bulan. Sehari Hamida diserbu sebanyak 20 sampai 24 orang yang mendatangi rumahnya guna menyewa baju adat.
Namun Hamidah tak hanya menyewakan baju adat, baju profesional juga ia sewakan untuk masyarakat. Perempuan berusia 46 tahun ini menyewakan baju adatnya mulai harga Rp 35 ribu hingga Rp 50 ribu.
[berita-terkait number=”4″ tag=”hut-ri”]
“Kami juga memberikan jasa make up atau rias buat anak-anak yang menyewa. Baju Polri dan TNI juga banyak diminati,” imbuhnya.
Salah satu penyewa baju adat, Saidah (29) mengaku dirinya sengaja menyewa baju adat ini. Hal ini dikarenakan banyak karnaval yang digelar didesanya.
“Ini kan temanya kemerdekaan dan juga dikampung ada karnaval juga. Jadi kita sesuaikan untuk memakai baju adat,” katanya singkat. [ada/but]






