Bojonegoro (beritajatim.com) – Suasana Ramadan 2026 di Lapas Bojonegoro diwarnai dengan berbagai kegiatan pembinaan yang produktif dan bermanfaat bagi warga binaan. Salah satunya adalah pelatihan dan praktik potong rambut yang berada di bawah naungan Seksi Kegiatan Kerja, Rabu, (25/2/2026).
Kepala Lapas Kelas IIA Bojonegoro, Hari Winarca, mengatakan, program itu menjadi bagian dari pembinaan kemandirian yang bertujuan membekali warga binaan dengan keterampilan praktis sebagai modal usaha setelah menyelesaikan masa pidana.
Setiap harinya, sejumlah warga binaan secara bergantian mengikuti pelatihan teknik dasar hingga lanjutan dalam mencukur dan menata rambut, mulai dari penggunaan alat, teknik potong modern, hingga pelayanan pelanggan.
“Melalui pelatihan barbershop, kami ingin warga binaan memiliki keterampilan yang bisa langsung diterapkan saat kembali ke masyarakat. Harapannya, mereka bisa mandiri dan membuka peluang usaha sendiri,” ujar Hari Winarca.
Ia menambahkan bahwa pembinaan di Lapas Bojonegoro tidak hanya berfokus pada aspek kepribadian dan spiritual selama Ramadan, tetapi juga pada peningkatan kompetensi kerja yang berkelanjutan.
Sementara itu, Kepala Seksi Kegiatan Kerja, Suyatno, menjelaskan bahwa program barbershop ini dirancang secara terstruktur dengan pendampingan dan evaluasi berkala.
“Kami memberikan pembekalan teori sekaligus praktik langsung. Warga binaan juga diajarkan kedisiplinan, kebersihan alat, serta etika pelayanan, sehingga standar yang diterapkan sesuai dengan barbershop profesional,” terang Suyatno.
Antusiasme warga binaan terlihat dari tingginya minat mengikuti pelatihan tersebut. Selain menjadi sarana mengisi waktu dengan kegiatan yang bermanfaat selama bulan suci, keterampilan ini juga memberikan rasa percaya diri dan harapan baru untuk masa depan yang lebih baik. [lus/but]






