Magetan (beritajatim.com) – Isa Bajaj mendatangi Mako Polres Magetan pada Jumat (19/4/2024) pagi. Bersama sang istri, dia berniat menempuh jalur hukum untuk mengusut kekerasan yang diduga menimpa putrinya yang berusia enam tahun.
Pria yang sehari-hari tinggal di Desa Ginuk, Karas, Magetan itu mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Magetan. Sekitar 30 menit berada di dalam ruangan SPKT, Isa dan keluarganya didampingi tim dari Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBPPPA) bergeser ke ruang Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Magetan.
Isa bersama sang istri, mengajak putri mereka yang diduga menjadi korban kekerasan saat bermain di kawasan Alun-Alun Magetan pada Kamis (18/4/2024) sore.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih mendengarkan keterangan Isa yang melaporkan dugaan kekerasan yang menimpa putrinya. Diduga pelaku adalah laki-laki berkacamata.
Sebelumnya, Putri pelawak kondang Isa Bajaj diduga mengalami kekerasan saat bermain di lapangan basket Alun-Alun Magetan, Kamis (18/4/2024) sore. Putrinya menangis usai pulang bermain di lapangan basket Alun-Alun Magetan, kemaluannya juga berdarah.
Isa bahkan bertanya ke sejumlah pengikutnya di media sosial terkait adakah closed circuit television (CCTV) di sekitar Alun-Alun Magetan utamanya lapangan basket.
“gaes info dong ada cctv di area lapangan basket alun2 magetan ga ya? ini ceria balik main dari alun2 di lapangan basket ditendang ditendang kk cow sampai berdarah kemaluanya,” tulis Isa dalam storygram miliknya pada Kamis (18/4/2024)
Isa juga memeriksakan putrinya ke salah satu rumah sakit di Magetan. Kabid Informasi Komunikasi Publik Dinas Komunikasi dan Informatika Magetan Eko Budiono mengonfirmasi bahwa tak ada CCTV yang dipasang Pemkab Magetan di kawasan Lapangan Basket Alun-Alun Magetan.
“Tidak ada CCTV yang dipasang di kawasan lapangan basket yang berada di pojok barat laut Alun-Alun Magetan,” kata Eko. [fiq/aje]






