Blitar (beritajatim.com) – Di tengah meningkatnya tensi geopolitik akibat konflik antara Iran dengan Israel dan Amerika Serikat (AS), Pemerintah Indonesia memberikan garansi penuh terkait nasib keberangkatan Calon Jemaah Haji (CJH) tahun 1447 H / 2026 M.
Menteri Haji dan Umrah, M. Irfan Yusuf, atau yang akrab disapa Gus Irfan, menegaskan bahwa seluruh tahapan penyelenggaraan haji tetap berjalan sesuai on the track. Gejolak di Timur Tengah dipastikan tidak mengganggu jadwal yang telah disusun oleh kementerian.
“Insyaallah semua sudah jalan semuanya, persiapan sudah hampir 100 persen. Kita hanya tinggal menunggu hari pemberangkatan,” ujar Gus Irfan.

Gus Irfan memaparkan detail lini masa keberangkatan yang menjadi jawaban atas kegelisahan para jemaah. Sesuai rencana, kloter pertama akan mulai memasuki asrama haji dalam waktu dekat.
“Tanggal 21 April (jemaah) masuk asrama haji, tanggal 22 berangkat. Hari ini berjalan seperti semula, tetap akan berangkat sesuai jadwal,” tegasnya.
Pernyataan ini menjadi angin segar sekaligus peredam spekulasi di tengah masyarakat yang mengkhawatirkan keamanan ruang udara di kawasan Timur Tengah. Gus Irfan memastikan bahwa pemerintah terus memantau situasi global sambil terus merampungkan detail-detail akhir di lapangan.
Hingga saat ini, progres persiapan penyelenggaraan haji nasional diklaim telah menyentuh angka maksimal. Mulai dari kontrak layanan akomodasi di Arab Saudi, katering, hingga koordinasi dengan maskapai penerbangan telah difinalisasi.
Kementerian Haji dan Umrah juga terus berkoordinasi dengan otoritas terkait di Arab Saudi untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan jemaah selama berada di Tanah Suci. Fokus pemerintah saat ini adalah memastikan seluruh jemaah dalam kondisi fisik yang prima sebelum jadwal masuk asrama dimulai. (owi/but)






