Lamongan (beritajatim.com) – Gerakan Ramasinta sebagai inovasi aksi perubahan yang digagas Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Lamongan secara resmi diuji coba atau soft-launching pada Selasa (24/10/2023).
Dalam pelaksanaanya, kali ini Disparbud Lamongan bekerjasama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) yang juga merayakan Puncak Hari Ulang Tahun ke-73 IDI dan dipusatkan di Kabupaten Lamongan.
Rombongan IDI yang berasal dari berbagai daerah dan provinsi se-Indonesia itu pun menjajal paket integrasi wisata di Lamongan secara pertama kali. Mereka disuguhi beragam potensi wisata desa Lamongan yang menarik.
Sejumlah potensi itu mulai sentra industri tenun ikat parengan, pesona pantai Wisata Tunggul Paciran, Wisata Religi dan Cagar Budaya Sendangduwur, Wisata Edukasi Batik Tulis Sendangagung, hingga wisata alam Maharani Zoo dan Goa yang berada di kompleks Wisata Bahari Lamongan.
BACA JUGA:
Wisata Bahari Lamongan Didorong Jadi Destinasi Ikonik Jatim
dr. Jein dari Manado, Sulawesi Utara sebagai salah satu peserta IDI dalam soft launching ini menuturkan kekagumannya akan potensi dan keunikan yang dimiliki Lamongan, terutama produk ekonomi kreatifnya, Tenun Ikat Parengan.
“Kualitas tenun ikat Parengan cukup bagus sekali, apalagi sudah merambah pangsa pasar ekspor, jadi sangat layak untuk jadi bahan souvenir oleh-oleh wisatawan,” tutur dr. Jein.
Sementara itu, Sekretaris Disparbud Lamongan Miftach Alamudin mengungkapkan, integrasi wisata desa ini didasari atas semangat kolaborasi lintas sektor yang diamanatkan Bapak Bupati Lamongan kepada Disparbud Lamongan.
“Kami mengelaborasikan target kinerja yang diamanatkan Bapak Bupati dalam Gerakan Ramasinta, yakni mengintegrasikan segenap potensi di Lamongan menjadi daya tarik kunjungan wisata,” terangnya.
Lebih lanjut, Miftach menjelaskan, melalui aksi perubahan atau inovasi yang digagas ini, secara garis besar Disparbud berharap, nantinya akan semakin banyak minat atau daya tarik wisatawan untuk datang ke Lamongan.
“Semoga kunjungan wisatawan di Lamongan semakin meningkat, yang secara tidak langsung akan menambah peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi, khususnya bagi masyarakat sekitar destinasi wisata,” pungkasnya. [riq/beq]






