Lamongan (beritajatim.com) – Wisata Bahari Lamongan (WBL) didorong menjadi destinasi ikonik Jawa Timur (Jatim). Ini lantaran WBL merupakan destinasi wisata yang mengintegrasikan beragam unsur.
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menyatakan, WBL merupakan salah satu objek wisata yang memadukan dunia fantasi, permainan bahari, dan edukasi Maharani Zoo. Sehingga keberadaan WBL diyakini mampu menjadi ikonik wisata andalan Jawa Timur.
“WBL harus kita kenalkan kepada masyarakat luas dengan sering-sering mengadakan event di sini. Karena di sini juga menyediakan resort yang menampilkan eksotisnya pemandangan pantai utara,” kata Yuhronur saat Anniversary ke-19 WBL di Kecamatan Paciran, Selasa (14/11/2023) malam.
Yuhronur menambahkan, WBL juga menjadi salah satu tempat distribusi produk unggulan bagi pelaku UMKM Lamongan. Melalui beragam kegiatan UMKM yang digelar di WBL, maka akan memberikan dampak positif bagi pelaku UMKM.
“Kemajuan WBL juga akan berdampak bagi para pelaku UMKM yang mendistribusikan produk andalannya, seperti di bidang makanan perikanan, pakaian tenun ikat Lamongan, dan lainnya,” tambahnya.
BACA JUGA:
Cuaca Ekstrem, 6 Wahana Kelautan di Wisata Bahari Lamongan Tutup Sementara
Selain itu, keberadaan WBL yang kerap menggelar event-event branding selama ini juga cukup menyedot banyak pengunjung ke Lamongan, baik dari lokal Jawa Timur maupun lintas provinsi.
Berdasarkan data dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Lamongan, tercatat jumlah kunjungan sementara wisatawan nusantara dan wisata mancanegara ke Lamongan per Oktober 2023 mencapai 4,2 juta.
Dari 4,2 juta wisatawan di Lamongan tersebut, WBL menyumbang 361.705 wisatawan. Sedangkan pada tahun 2022 lalu terdapat 4,7 juta wisatawan di Lamongan, yang mana 452.406 di antaranya merupakan pengunjung di WBL.
BACA JUGA:
HUT ke-18 WBL, Pekan Raya Wisata Bahari Lamongan Digelar Selama 10 Hari
Sementara itu, Perwakilan Analis Kebijakan Utama Sekda Provinsi Jawa Timur Bidang Spesialisasi Perindustrian dan Perdagangan, Drajat Irawan menyampaikan bahwa agar menjadi iconic wisata, WBL harus memanfaatkan digitalisasi.
“Untuk menjadi iconic wisata, WBL harus semakin memanfaatkan digitalisasi, seperti mengajak para konten kreator dan memperbanyak marketing digital, karena saat ini penyebaran informasi melalui digital lebih cepat dan berdampak,” jelasnya saat hadir di tengah-tengah kegiatan. [riq/beq]






