Malang (beritajatim.com) – Inisiator Hari Santri, KH.Thoriq Bin Ziyad, mengusulkan pada pemerintah agar membuka jalur darat bagi jemaah haji asal Indonesia.
“Ini usulan saya pada Kemenag. Karena saya melihat Kemenag ini punya modal sangat besar untuk mengubah dunia. Bukan mengubah Indonesia saja, tapi bisa mengubah dunia,” tegas Gus Thoriq, sapaan KH.Thoriq Bin Ziyad, Sabtu (11/3/2023) siang.
Menurut Gus Thoriq, Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia perlu segera membuka jalur darat ibadah haji menuju Tanah Suci Mekkah. Sehingga, multi effect yang nantinya dihasilkan akan sangat besar bagi Indonesia dan negara-negara yang menjadi jalur darat keberangkatan jemaah haji.
Gus Thoriq memaparkan, dulu jemaah haji asal Indonesia banyak menjadi duta bangsa sesampainya di Mekkah. “Orang Arab dulu itu belajar mengajinya sama orang Indonesia, orang kita melalui jemaah haji. Namun sekarang kok terbalik, bangsa kita justru jadi buruh di sana. Kita ke Arab zaman dulu menjadi tenaga pengajar, pendidik. Ini Duta Bangsa yang sesungguhnya,” beber Gus Thoriq.
Kata Gus Thoriq, Pengasuh Ponpes Babussalam Banjarejo, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang dengan ribuan Santri itu, sejarah jemaah haji dari Indonesia sebagai ulama dan pendidik itu ada. Sehingga, sesampainya di Mekkah, jemaah haji dari Indonesia banyak mengajar mengaji bangsa-bangsa Asia hingga Afrika.
Baca Juga:
Air Sumur At Thoriq Malang Diyakini Berkhasiat
“Ketika Pemerintah Indonesia membuka jalur darat, otomatis jemaah haji kita bisa menjadi juru damai negara-negara di dunia. Gampang sekali kok, Bangsa Indonesia yang bisa mendamaikan negara-negara di dunia dari konflik manapun,” ujarnya.
Gus Thoriq menjelaskan, asas sosial dalam Islam yang paling besar ada pada ibadah haji. Sehingga, ketika jalur darat dibuka, rombongan jemaah haji Indonesia akan melintasi beberapa negara. Di sinilah peran jemaah haji Indonesia menjadi duta perdamaian akan tercipta dengan sendirinya.
“Jemaah haji Indonesia itu paling dikenal ramah, sopan, tidak suka ribut dan desak-desakan selama proses pelaksanaan haji. Saling menghormati perbedaan ketika di Arofah. Nah ini modal kita untuk menjadi juru damai dunia,” papar Gus Thoriq.
Sebagai informasi, jarak darat dari Jakarta ke Mekkah saat ini mencapai 5240 mil. Atau setara dengan 8430 km. Sementara Jarak terbang juga sama. Jika jalur darat ditempuh dari Indonesia, jamaah haji nantinya akan melintasi sejumlah negara.
Mulai dari Malaysia, Thailand, Myanmar, Laos, Kamboja, Vietnam dan Cina bagian selatan. Kemudian Nepal, India, Pakistan, dan Oman sebelum sampai di Tanah Suci Mekkah, Arab Saudi.
Baca Juga:
Air Sumur Temuan Gus Thoriq di Malang Selatan Sesegar Zam Zam
“Sekarang kan sudah banyak yang ke Mekkah naik sepeda, kemudian dilakukan pula oleh para backpaker. Mereka itu akan melintasi banyak negara. Otomatis banyak kultur yang dilalui. Dan banyak negara yang akan di sapa jamaah haji asal Indonesia yang terkenal dengan keramah tamahannya,” tegas Gus Thoriq.
Dengan begitu, sambung Gus Thoriq, negara-negara yang dilalui jemaah haji asal Indonesia bisa memahami. Mengerti jika Islam adalah agama rahmatan lil alamin. Islam itu penuh damai. Penuh senyum dan ramah tamah yang di tunjukkan dari sikap jamaah haji Indonesia selama ini setibanya di tanah Arab.
“Saya yakin negara negara seperti India, Vietnam, Cina akan gembira ketika menyambut rombongan jamaah haji Indonesia. Disinilah peran jamaah haji kita sebagai juru damai, akan tersebar ke penjuru dunia,” ucapnya.
Sementara dari segi ekonomi, lanjut Gus Thoriq, jalur darat jamaah haji Indonesia bisa menggerakkan ekonomi bagi negara negara yang disinggahi jamaah haji asal Indonesia.
“Sudah pasti ekonomi akan bergerak naik. Karena jalur darat pasti jamaah haji kita butuh makan, butuh penginapan. Kita bisa mengenalkan budaya kita selama singgah. Budaya bangsa yang ramah dan penuh kearifan,” terang Gus Thoriq.
Gus Thoriq menambahkan, usulan agar kemenag membuka jalur darat ibadah haji, sangat mungkin di wujudkan. “Kemenag punya modal besar untuk mewujudkan jalur darat ibadah haji. Dengan begitu, Kemenag bisa turut andil merubah peradaban dunia. [yog/beq]






