Jember (beritajatim.com) – Awalnya adalah cita-cita. Farrah Al Qeeunisa kecil terpikat dengan mereka yang mengenakan mahkota dan selempang Putri Indonesia di televisi. Dan dia berkata kepada Endang Ariyanti, ibundanya, bahwa kelak akan melakukan hal yang sama.
Endang hanya tertawa mengiyakan saat itu. Belasan tahun kemudian dia kembali tertawa bahagia. Kali ini karena sang anak dinobatkan menjadi Puteri Persahabatan Jawa Timur 2023 dalam malam final Pemilihan Puteri Indonesia Provinsi Jawa Timur 2023, di Hotel Novotel Samator, Surabaya, Februari silam.
Dewan juri menilai mahasiswi Program Studi Diploma III Usaha Perjalanan Wisata FISIP Universitas Jember ini memiliki pembawaan yang ramah, menyenangkan, dan selalu membawa aura positif. Namun ia gagal menjadi Puteri Jawa Timur 2023 yang akan mewakili Jatim dalam ajang Putri Indonesia.
BACA JUGA:
Raih Runner Up 2, Finalis Putri Indonesia Jatim 2023 Sempat Insecure
“Memang masih banyak kekurangan yang harus saya perbaiki. Namun setidaknya dengan mengikuti pemilihan Puteri Indonesia Provinsi Jawa Timur tahun inim saya memperoleh banyak pelajaran dan pengalaman berharga hingga memiliki rekan dan jejaring baru,” kata Farrah, sebagaimana dilansir Humas Unej, Rabu (9/3/2023).
Kini tugas sebagai Puteri Persahabatan Jawa Timur menanti Farrah. Selama satu tahun ke depan, dia dikontrak oleh Ikatan Alumni Putri Indonesia (IAPI) dan Yayasan Puteri Indonesia untuk menjalankan berbagai program advokasi di berbagai bidang.
Capaian Farrah adalah bagian dari ikhtiar sejak kecil. Menyadari sang anak berbakat, Endang dan suaminya Ajun Wahyudi mengikutsertakannya dalam berbagai lomba dan ajang kontes kecantikan di Banyuwangi. Farrah juga bergabung dengan Kadek Modelling Banyuwangi. Hasilnya, semasa menjadi siswa SMA Negeri 1 Purwoharjo, Banyuwangi, Farrah berhasil menembus babak semifinal pemilihan Gadis Sampul 2018.
BACA JUGA:
Putri Indonesia Belajar Membatik Pada Warga Binaan Rutan Sumenep
Desember 2022, tawaran dari First Walk, sebuah event organizer di Banyuwangi, untuk tampil mewakili Banyuwangi di ajang Pemilihan Puteri Indonesia Provinsi Jawa Timur. “Awalnya saya ragu sebab selama kuliah sudah jarang mengikuti ajang pageant,” kata Farrah.
Farrah sebenarnya sempat patang arang untuk ikut ajang pageant dan lebih memilih berkonsentrasi kuliah saja. “Namun setelah dipikir-pikir dan mendapatkan dukungan dari Ayah dan Mama, akhirnya saya pilih ikut. Tak ada salahnya mencoba. Sekalian berusaha mewujudkan impian masa kecil dulu,” katanya.
Farrah mempersiapkan diri selama dua pekan. Dia program unggulan untuk dipresentasikan. tentu saja tak jauh-jauh dari urusan pariwisata Banyuwangi. Apalagi dia selama kuliah juga menekuni bidang pariwisata. “Nama program yang saya bikin adalah Guiding Children Tours atau GCT,” katanya.
BACA JUGA:
Alumnus Unair Jadi Puteri Indonesia 2020
Program GCT ingin mengajak anak-anak mencintai adat istiadat, budaya, dan kekayaan alam Indonesia melalui kunjungan ke destinasi wisata. “Destinasi wisata di sini bisa wisata sejarah seperti mengunjungi museum dan situs bersejarah lainnya, bisa juga mengunjungi destinasi wisata alam,” kata Farrah.
Malam final tiba. Farrah bersaing dengan 11 peserta lain yang diseleksi dari 23 peserta yang berasal dari kabupaten dan kota di Jawa Timur. Kali ini dewan juri yang satu di antaranya adanya Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak lebih memilihnya menjadi Putri Persahabatan.
Farrah gagal pada kesempatan pertama untuk mewakili Jatim di ajang Putri Indonesia Mei 2023. “Tahun depan saya akan mengikuti lagi ajang Pemilihan Puteri Indonesia,” katanya. [wir/suf]






