Ponorogo (beritajatim.com) – Pengembangan ekonomi hijau dan wisata yang terintegrasi menjadi fokus pembangunan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo. Hal itu bakal dituangkan dalam penyusunan gagasan masa depan, melalui penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) tahun 2025-2045.
Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko mengungkapkan bahwa RPJPD bakal disusun seperti rel. Sehingga ide-ide yang dituangkan ini, akan tetap terjaga. Dengan begitu, rencana pembangunan ini akan menjadi trek, agar tidak berbelok-belok pembangunannya.
“RPJPD menekankan bahwa fondasi pembangunan akan difokuskan pada ekonomi hijau dan pengembangan wisata,” kata Bupati Sugiri, Jumat (22/12/2023).
Pembangunan wisata terintegrasi menjadi salah satu poin utama. Yakni dengan visi mewujudkan destinasi wisata yang mencakup segala hal. Mulai dari wisata religi, alam, hingga edukasi. Kehadiran pondok pesantren, makam tokoh agama, pusat kota, telaga Ngebel, Monumen Reog, akan menjadi bagian integral dari rencana ini.
Bupati optimis bahwa pembangunan ini dapat terwujud pada tahun 2045. Namun, ia juga menekankan pentingnya melibatkan masyarakat dalam proses ini serta menjaga kelestarian alam Ponorogo.
“Untuk menopang rencana itu semua, sumber daya manusia (SDM) kita harus unggul dan berdaya saing dan memiliki akhlak yang baik. Makanya mulai SD hingga SMP kita fokuskan juga untuk belajar agama,” katanya.
Selain fokus pada ekonomi hijau dan wisata terintegrasi, Pemkab Ponorogo juga memfokuskan pembangunan di bidang infrastruktur. Terutama di wilayah perbatasan dengan daerah lain. Jangan sampai ada rasa kesenjangan yang dirasakan masyarakat. Yakni dengan cara pembangunan berkelanjutan dan merata.
“Ya intinya kita akan terus berusaha, jangan sampai ada kesenjangan antara penduduk perbatasan dan kawasan kota,” katanya.
Sugiri menambahkan bahwa, apa yang ada digagaskan untuk masa depan ini, Ia berharap ada peran aktif masyarakat. Hal itu penting dilakukan supaya bisa mencapai tujuan bersama. Yakni upaya Pemkab Ponorogo untuk menciptakan masa depan yang berkelanjutan dan merata. Melalui pembangunan dengan memadukan ekonomi hijau, integrasi wisata dan perhatian infrastruktur di wilayah perbatasan.
“Yang tidak kalang pentingnya juga pembangunan SDM. Sebab SDM unggul diperlukan untuk mewujudkan itu,” pungkasnya. [end/but]






