Surabaya (beritajatim.com) – Di tahun 2022 ini pemerintah telah memperbolehkan mudik dengan beberapa persyaratan. Hal ini pun disambut baik oleh masyarakat yang sudah dua tahun tidak mudik dan berlebaran di kampung halaman.
Salah satunya Ratna Rinjani, pemudik dengan tujuan Jogjakarta ini mengatakan, baru pertama kali mudik lebaran setelah dua tahun tidak bisa mudik. “Dua tahun sebelumnya saya tidak dapat cuti dan ada larangan mudik juga. Jadi tahun ini baru bisa mudik ke keluarga yang di Jogja,” ungkapnya.
Ia pun merasa senang karena akhirnya bisa berlebaran bersama keluarga. “Senang akhirnya bisa lebaran bareng keluarga setelah sebelumnya lebarannya disitu,” terangnya.
[berita-terkait number=”5″ tag=”mudik”]
Tak hanya Ratna, perasaan serupa juga dirasakan Windi Angraeni. Setelah dua tahun tak berlebaran di kampung halamannya di Solo, ia akhirnya bisa pulang kampung bersama suaminya tahun ini. “Kalau lebaran baru kali ini mudik, setelah dua tahun kemaren ndak dapat cuti,” kata Windi ditemui di Stasiun Gubeng Surabaya.
Perempuan yang bekerja sebagai ASN di Kota Surabaya ini menceritakan, ia bisa mudik kali ini karena mendapatkan jatah cuti dari kebijakan pemerintah yang baru. “Saya dapat jatah cuti, lalu bisa juga ambil cuti jadi bisa mudik dan lumayan lama nanti di Solonya untuk lebaran bareng keluarga sampai tanggal 9 Mei 2022,” ujarnya.
Perempuan berusia 34 tahun ini pun memilih mudik ditanggal 25 April 2022, hari ini karena melihat masih landainya arus mudik. “Iya milih mudik lebih cepat karena masih landai juga di stasiun gak terlalu ramai. Disamping itu, nanti tanggal 28 keatas juga harga tiketnya sudah mahal-mahal. Jadi mending sekarang saja,” paparnya.
Dari pantauan di Stasiun Gubeng Surabaya, suasana pemudik masih landai, hanya terlihat beberapa pemudik yang datang membawa tas besar dan koper.(way/kun)






