Gresik (beritajatim.com) – Pasca dilantik bersama ratusan kepala daerah oleh Presiden Prabowo Subianto di istana negara, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, atau akrab disapa Gus Yani bersama pasangannya dr Asluchul Alif membeberkan tiga prioritas utama selama 100 hari bekerja.
Bupati dan Wakil bupati milenial itu, memfokuskan tiga prioritas utama yakni infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan. Alasan dipilihnya tiga sektor tersebut karena selama ini rentan berhubungan dengan masyarakat.
“Di infrastruktur, perbaikan jalan rusak sudah dilakukan dari 100 kilometer menjadi 80 kilometer betonisasi. Sisanya 17,8 kilometer dalam waktu dekat segera diperbaiki,” katanya, Jumat (21/3/2025).
Sektor lainnya lanjut dia, yakni pendidikan. Di sektor ini fokus utamanya memperbaiki kelas yang rusak. Baik itu Sekolah Dasar (SD) maupun Sekolah Menengah Tingkat Pertama (SMP). Berdasarkan catatan Dinas Pendidikan setempat ada 760 ruang kelas mengalami kerusakan. “Perbaikan itu menjadi prioritas kami tidak hanya 100 kerja tapi juga 5 tahun kedepan khususnya bangunan fisik sekolah,” ungkapnya.
Prioritas ketiga adalah kesehatan. Untuk 100 hari kerja disiapkan anggaran Rp 1,7 miliar buat perbaikan rawat inap di puskesmas. Hal ini sejalan adanya peraturan Permenkes nomor 28 tahun 2014 tentang Pedoman Pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan Nasional. Ada 144 diagnosa penyakit yang tidak bisa dirujuk ke rumah sakit.
“Anggaran itu nantinya, dipakai memperbaiki ruangan rawat inap karena sebagian besar puskesmas yang tersebar bangunannya sudah bagus,” papar Gus Yani.
Hal senada juga dikemukakan Wabup dr Asluchul Alif. Mantan Wakil Ketua DPRD itu menyatakan program ini banyak kebijakan karena dituntut waktu. Prioritas utama adalah infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan. “Karena butuh kecepatan, ini semua adalah bentuk kerja kami 100 hari biar masyarakat tahu dan tidak ada setting-setting-an,” pungkasnya. [dny/kun]






