Malang(beritajatim.com) – Presiden Arema FC Gilang Widya Pramana berpesan kepada Aremania untuk tidak melakukan aksi berlebihan pasca Singo Edan menelan kekalahan atas Persebaya Surabaya dengan skor 1-0 di Liga 1. Dia meminta Aremania untuk menunjukan jiwa ksatria seperti selama ini.
“Kami meminta maaf dan bertanggungjawab atas reaksi yang berlebihan yang dilakukan oknum suporter kami. Itu bukan wujud loyalitas tanpa batas tapi justru merusak sportifitas sepakbola kita,” kata Gilang, Jumat, (25/2/2022).
Seperti diketahui pasca menelan kekalahan di Derby Jatim, Rabu, (23/2/2022) kemarin. Puluhan oknum Aremania melakukan vandalisme dengan mencoret dinding dan mobil operasional milik Aji Santoso International Football Academy (ASIFA) di Malang. Atas insiden itu Presiden Arema FC akan bertanggungjawab.
“Seperti disampaikan kapten Arema FC kalau kalah kita bilang kalah dan kita harus terus berbenah. Kita jaga Arema FC sebagai klub yang memiliki martabat. Kita juga tanggung jawab atas kerusakan aset milik Coach Aji Santoso,” ujar Gilang.
[berita-terkait number=”4″ tag=”persebaya-vs-arema”]
Disisi lain Gilang mencoba mengangkat mental para pemain Singo Edan. Menurutnya kekalahan dari Persebaya bukan akhir dari segalanya. Masih ada beberapa laga yang bisa dimanfaatkan untuk meraih kemenangan demi target juara Liga 1.
“Usai kalah kami langsung bergerak cepat. Berusaha menguatkan mental pemain, karena sekali lagi Arema masih berada di jalur untuk menjadi juara musim ini. Itu yang harus diselamatkan,” tandasnya. (luc/ted)






