Ponorogo (beritajatim.com) – Satreskrim Polres Ponorogo sangat hati-hati dalam menyimpulkan motif dibalik pembunuhan di Dukuh Krajan Desa Kecamatan Pulung. Peristiwa mengerikan yang terjadi sesaat setelah perayaan tahun baru 2024 itu, kedua yang terlibat, baik pelaku yakni Prasetyo dan korban Suyoto merupakan tetangga. Bahkan mereka masih merupakan kerabat dekat. Ini motif dibalik peristiwa pembunuhan setelag perayaan tahun baru 2024.
Dugaan sementara permasalahan pribadi. Kalimat itulah yang diucapkan oleh Kasat Reskrim Polres Ponorogo AKP Ryo Perdana, saat ditanya awak media terkait apa yang menjadi motif pembunuhan yang pelaku dan korbannya itu masih kerabat dekat itu.
Ryo yang sebelumnya menjabat sebagai Kanit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya itu, enggan menjelaskan lebih detail terkait permasalahan pribadi yang membuat pelaku tega membunuh korbannya itu dengan balok kayu dan dumpal tiang bendera tersebut. Meski di kalangan masyarakat beredar rumor bahwa motif dibalik pembunuhan itu terkait sengketa tanah.
“Dugaan sementara permasalahan pribadi. Ini masih kita dalami,” katanya.
Satreskrim Polres Ponorogo, kata Ryo pihaknya masih terus mengumpulkan barang bukti. Sebab, bukti yang sudah diamankan saat ini, klaimnya masih belum lengkap. Petugas kepolisian sebelumnya sudah mengamankan sejumlah barang bukti yang ditemukan di sekitar tempat kejadian perkara (TKP).
Mulai dari balok kayu dan dumpal tiang bendera yang digunakan pelaku Prasetyo (24) untuk menghabisi korban. Selain itu, polisi juga mengamankan beberapa botol minuman keras (miras). Miras itu diduga diteguk pelaku sebelum cekcok dengan korban yang berujung kepada aksi pembunuhan itu.
“Kita amankan semua barang bukti, termasuk beberapa botol minuman keras,” kata Ryo.
Selain mengamankan barang bukti, tim penyidik dari Satreskrim Polres Ponorogo juga mengumpulkan beberapa saksi untuk dimintai keterangan. Polisi tidak menyebut jumlah saksi yang dikumpulkan, namun saksi yang digali keterangannya ini, yang mengetahui dan melihat aksi pembunuhan yang dilakukan Prasetyo yang baru beberapa hari pulang dari merantau.
“Kita juga kumpulkan beberapa saksi yang mengetahui dan melihat,” pungkasnya. [end/aje]






