Sidoarjo (beritajatim.com) – Panitia pelaksana Resepsi Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) mengaku tidak tahu alasan tidak hadirnya Ketua Umum PKB H. A. Muhaimin Iskandar di kursi undangan VVIP di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Selasa (7/2/2023) kemarin.
“Pak Muhaimin kami undang sebagai Ketua Umum PKB, dan apakah dia hadir? Nah, Saya nggak tahu,” kata Wasekjen PBNU Rahmat Hidayat Pulungan, saat konferensi pers di sebuah hotel di Sidoarjo, Rabu (8/2/2023).
Rahmat mempersilahkan kepada awak media untuk menanyakan ke Muhaimin soal kehadirannya di acara Satu Abad NU di Stadion Gelora Delta Sidoarjo. Atau bisa jadi, dia hadir tapi berada di kerumunan warga. “Saya pikir, soal hadir dan tidaknya Muhaimin, tanya ke dia saja. Jangan-jangan dia hadir, ada di sekitar kita kemarin,” tukasnya.
[berita-terkait number=”5″ tag=”satu-abad-nu”]
Masih kata Rahmat, pada saat acara berlangsung, banyak masyarakat bahkan undangan tidak bisa masuk ke dalam stadion. Sebab, mereka tidak bisa menembus kemacetan arah masuk ke stadion.

“Saya lihat juga banyak sekali orang-orang itu tidak bisa masuk stadion, tertahan di tol dan lainnya. Pak Hamzah Haz aja terjebak di tol, beliau nggak bisa maju juga enggak bisa mundur,” ceritanya.
Rahmat juga bersyukur acara Resepsi Satu Abad NU dihadiri jutaan orang dari berbagai daerah di Indonesia. Klaim dia, ada 4,5 juta orang datang ke acara tersebut. “Terkait estimasi yang hadir 4,5 juta orang, karena acara ini kan 24 jam, kami menggunakan metodologi kumulatif,” jelasnya.
Sambung dia, masyarakat yang datang saat acara silih berganti di waktu berbeda, baik siang hari maupun malam hari. “Ini basis yang berbeda dengan basis yang ada pada pukul 07.00 WIB sampai siang, beda lagi orangnya. Yang di sini pulang, kemudian datang yang baru. Kemudian di acara karnaval nusantara sore hari, itu sampai malam hari, basis yang berbeda lagi. Pesertanya berbeda-beda, dari pagi hari sampai siang aja, itu estimasinya 1 juta orang yang hadir,” paparnya. (isa/kun)






