Surabaya (beritajatim.com) – Bulan Rajab adalah salah satu dari empat bulan haram yang dimuliakan Allah SWT. Dalam bulan ini, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah, termasuk puasa sunnah.
Bulan haram memiliki keistimewaan di sisi Allah, sehingga amal ibadah yang dilakukan dalam bulan ini mendapatkan ganjaran yang lebih besar. Berikut adalah ulasan mengenai dalil, niat, jadwal, dan keutamaan puasa sunnah Rajab.
Dalil Puasa Rajab
Dalil tentang anjuran berpuasa di bulan-bulan haram, termasuk Rajab, dijelaskan dalam berbagai hadits. Salah satunya adalah hadits yang dikutip oleh Imam Fakhruddin al-Razi dalam kitab Mafâtih al-Ghaib:
“Barang siapa yang berpuasa satu hari pada bulan-bulan yang dimuliakan (Dzulqa’dah, Dzulhijah, Muharram, dan Rajab), maka ia akan mendapat pahala puasa 30 hari.”
Selain itu, Sayyid Abu Bakar Syattha’ dalam kitab I’ânah at-Thâlibîn juga mengutip hadits:
“Berpuasalah pada bulan-bulan mulia dan tinggalkanlah! Berpuasalah pada bulan-bulan mulia dan tinggalkanlah!”
Hadits ini memberikan makna bahwa umat Islam diperbolehkan berpuasa pada bulan-bulan haram sesuai kemampuan.
Keutamaan Puasa Rajab
Imam al-Ghazali dalam Ihyâ ‘Ulumiddin menyebutkan:
“Satu hari berpuasa pada bulan haram (Dzulqa’dah, Dzulhijah, Muharram, dan Rajab), lebih utama dibanding berpuasa 30 hari pada bulan selainnya. Satu hari berpuasa pada bulan Ramadhan, lebih utama dibanding 30 hari berpuasa pada bulan haram.”
Keutamaan ini menunjukkan bahwa berpuasa di bulan Rajab adalah peluang besar untuk mendapatkan pahala berlipat ganda. Dengan memperbanyak ibadah seperti puasa, shalat sunnah, dan sedekah, kita dapat lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Jadwal Puasa Sunnah Rajab 1446 H
Berikut jadwal awal puasa sunnah Rajab 1446 H:
1 Rajab: Rabu, 1 Januari 2025
2 Rajab: Kamis, 2 Januari 2025
3 Rajab: Jumat, 3 Januari 2025
Niat Puasa Rajab
Sebelum memulai puasa, niat adalah hal penting yang harus dilakukan. Berikut bacaan niat puasa Rajab:
نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ رَجَبَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Arab Latin: Nawaitu shauma Rajaba sunnatan lillâhi ta’âlâ.
“Aku berniat puasa Rajab, sunnah karena Allah ta’âlâ.”
Bulan Rajab adalah waktu yang tepat untuk memperbanyak ibadah. Selain berpuasa, umat Islam juga dianjurkan untuk memperbanyak dzikir, istighfar, membaca Al-Qur’an, dan bersedekah. Dengan memanfaatkan momentum ini, kita bisa semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT dan mempersiapkan diri menyambut bulan suci Ramadhan. [fyi/aje]






