Kediri (beritajatim.com) – Bandara Dhoho Kediri dijadwalkan mulai beroperasi melayani penerbangan perdana pada Jumat (5/4/2024). Hal itu sekaligus menandai puncak dari proses panjang pembangunan Proyek Stategis Nasional (PSN) yang telah dimulai sejak April 2020 lalu.
Di balik suksesnya pembangunan bandara internasional yang diinisiasi oleh perusahaan rokok ternama PT Gudang Garam Tbk Kediri ini, ada banyak pihak yang terlibat dan mungkin belum diketahui publik.
Salah satunya, sosok desainer pekerjaan tanah lapangan terbang di lereng Gunung Wilis tersebut. Pekerjaan penting itu dipasrahkan pada PT Davi Sukamta & partners, sebagai jasa konsultan tekniknya.
PT Davi Sukamta Konsultan (Devy Sukamta & Partners) adalah perusahaan milik Ir. Davy Sukamta. Alumnus teknik sipil Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) ini ternyata bukan orang sembarangan. Dia punya sederet karya besar.
Informasi tersebut diperoleh beritajatim.com dari laman resmi PT Davy Sukamta & Partners. Perusahaan ini telah berdiri sejak 1989 dan menjadi salah satu konsultan teknik paling terkemuka di kawasan Asia Pasifik dengan rekam jejak yang memukau.
Salah satu proyek terbaru mereka adalah Desain Pekerjaan Tanah Bandara Dhoho Kediri. Dalam laman tersebut disebutkan apabila desain dan konstruksi pekerjaan tanah dianggap rumit.
“Ini terdiri dari pekerjaan potong dan isi yang rumit hingga ketinggian 30 meter di lereng Gunung Wilis, yang memerlukan penggunaan berbagai teknik perbaikan tanah. DS&P ditunjuk sebagai konsultan pekerjaan tanah untuk proyek ini,” tulis dalam laman PT Davy Sukamta & Partners berbahasa Inggris.

Masih dalam keterangan tertulis tersebut menyebutkan apabila pekerjaan tanah di daerah tertentu berguna untuk mengatasi permukiman. Termasuk Bandara Dhoho Kediri.
Kemudian analisis settlement dievaluasi menggunakan analisis elemen hingga yang dilakukan dengan menggunakan software Plaxis 2D. Pekerjaan Stone Column (SC) dan Down-hole Dynamic Compaction (DDC) dengan total kurang lebih 41.412 tiang telah selesai.
Perlu untuk diketahui, Bandara Dhoho Kediri adalah proyek pembangunan lapangan terbang pertama di Indonesia yang dikembangkan oleh perusahaan swasta yaitu PT GGRM melalui anak usahanya PT Surya Dhoho Investama. Terletak pada 150 kilometer dari barat daya Surabaya, Bandara Kediri ini memiliki area cakupan seluas 330 hektar.
Berdasarkan penelusuran beritajatim.com dari akun facebook resmi PT Davy Sukamta & Partners juga menyebutkan secara terperinci tentang andil besar mereka dalam megaproyek itu.
“DSP terlibat dalam desain karya tanah, perbaikan tanah, pengalihan sungai dengan dua lubang kotak RC besar, dan dinding MSE setinggi 26 meter,” tulisnya di akun facebooke @Davy Sukamta & Partners.
“DSP juga bertindak sebagai peer reviewer untuk desain struktural dan pondasi semua bangunan, sebagai Resident Insinyur untuk tumpukan bosan di bawah MSEW dan kotak RC, dan sebagai penasihat beton untuk trotoar yang kaku,” lanjutnya menerangkan ke kalayak umum.
Profil Ir Davy Sukamta
Ir. Davy Sukamta lulus program studi Teknik Sipil Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) angkatan 1976. Dia pernah menjabat sebagai ketua umum Himpunan Ahli Konstruksi Indonesia (HAKI) yang kini dipimpin Prof. Iswandi Imran.

Dikutip beritajatim.com dari website resmi Unpar, Davy punya segudang prestasi di bidang desain struktur bangunan. Diantaranya, telah merancang basement terdalam di Indonesia sebanyak tujuh lapis untuk gedung Indonesia Satu.
Dia juga sebagai perancang gedung tinggi pertama di Asia Tenggara dengan seismic isolation system, yang dilengkap oleh hight dampling rubber bearing. Sistem ini baru pertama kali di terapkan di Asia selain Jepang.
Prestasi gemelilang lainnya yaitu, Davy juga sukses menerapkan sistem konstruksi top-down untuk pertama kalinya di Indonesia pada gedung Plaza Indonesia Extension.
Kemudian dia juga terlibat pada banyak pekerjaan di bidang Teknik Sipil dengan skana Internasional. Davy pertama menjadi pembicara di Council on Tall Buildings and Urban Habitat 2021 dan 2014. Kemudian pernah jadi juri dalam Holcim Award region Asia Pasifik.
Davy juga satu-satunya juri dari Indonesia di tahun 2014 untuk kompetisi internasional sustainable construction.
Sebelumnya, Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana mengatakan, Bandara Internasional Dhoho efektif beroperasi pada Jumat (5/4/2024). Untuk penerbangan perdana dilayani maskapai Citilink dari Jakarta-Kediri maupun sebaliknya.
“Bagi seluruh masyarakat Kediri dan sekitarnya yang akan mudik lebaran bisa memulai perjalanan baru dari Bandara International Dhoho,” kata Mas Dhito panggilan akrab Bupati Kediri, pada Selasa (2/4/2024) kemarin.
Bandara Internasional Dhoho merupakan Proyek Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) atas prakarsa PT GGRM dengan 100 persen dana dari swasta. Dalam pengoperasiannya, PT Angkasa Pura I (Persero) sebagai operator bandara.
Lapangan terbang senilai Rp13 triliun ini memiliki landasan pacu alias runway cukup besar yakni, 3.300 meter dan lebar 45 meter sehingga bisa digunakan segala jenis pesawat. Selain itu, bandara ini juga memungkinkan dipakai pesawat-pesawat berukuran raksasa seperti Boeing 777 dan Airbus A380.
Bandara Internasional Dhoho Kediri direncanakan menjadi alternatif tempat pemberangkatan jemaah haji atau embarkasi. Sebab, di Jawa Timur membutuhkan bandara alternatif selain Bandara Juanda Surabaya. [nm/beq]






