Probolinggo (beritajatim.com) – Untuk meningkatkan kapasitas pelaku wisata di Kabupaten Probolinggo, Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, mengundang para Kepala Desa dan Direktur Bumdes yang ada di Kecamatan Banyuanyar, Pajarakan, Krejengan, Tongas dan Dringu, untuk dilakukan pembekalan dan pelatihan. Jum’at (15/7/2022).
Staf Khusus Kemedes PDTT, Abdul Malik Haramain mengatakan, Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) merupakan salah satu cara untuk membangkitkan dan memperkuat ekonomi lokal desa.
[berita-terkait number=”5″ tag=BUMdes””]
“Karena Bumdes lah yang diakui baik oleh regulasi oleh Pemerintah, menjadi satu-satunya instrumen usaha teman-teman Kades di bawah, oleh karena itu Bumdes juga bisa diambilkan modal dari dana desa,” katanya.
Ia mengatakan, sejauh ini masih ada 27 desa yang Bumdesnya sudah berbadan hukum, dan 38 Bumdes yang masih proses, dan pada tahun ini pihaknya akan terus mendorong semua desa di Kabupaten Probolinggo agar Badan Usaha Milik Desa-nya memiliki badan hukum.
“Jika sudah berbadan hukum itu lebih efektif, mungkin tahun ini semua desa sudah mempunyai Bumdes yang berbadan hukum,” jelasnya. (tr/kun)






