Surabaya (beritajatim.com)- Pernahkah anda melihat noda kuning atau kecokelatan di sela-sela gigi yang sulit hilang meski sudah disikat? Itu bukan hanya sekadar sisa makanan, tapi karang gigi. Banyak orang
menganggapnya hanya masalah penampilan, padahal karang gigi bisa berdampak serius bagi
kesehatan tubuh.
Secara medis, karang gigi atau calculus adalah plak yang sudah mengeras. Plak sendiri merupakan lapisan lengket berisi bakteri yang terus terbentuk di permukaan gigi setiap kali anda makan. Jika tidak dibersihkan dalam waktu 24-72 jam, plak akan mengeras karena bercampur dengan mineral dari air liur, lalu menempel kuat pada gigi.
Selain membuat gigi anda terlihat kotor karena warnanya kuning hingga kehitaman, karang gigi juga berbahaya karena permukaannya kasar. Permukaan ini memudahkan bakteri menempel dan berkembang, sehingga semakin sulit dibersihkan.
Salah satu dampak utamanya adalah penyakit gusi. Bakteri pada karang gigi dapat menyebabkan gusi meradang, tampak merah, bengkak, dan mudah berdarah saat menyikat gigi. Kondisi ini disebut gingivitis. Jika tidak ditangani dengan segera, hal ini bisa berkembang menjadi masalah yang lebih serius hingga menyebabkan gigi goyang atau tanggal.
Karang gigi juga menjadi penyebab bau mulut yang sulit hilang. Bau ini muncul karena bakteri terus berkembang dan menghasilkan aroma tidak sedap. Bahkan, penggunaan obat kumur atau permen karet biasanya hanya bersifat sementara. Selain itu, asam dari bakteri juga dapat merusak lapisan gigi dan menyebabkan gigi berlubang.
Selain itu, karang gigi juga dapat memengaruhi kesehatan tubuh secara keseluruhan. Dilansir dari ulasan kesehatan Just Pull It!, bakteri dari infeksi gusi dapat masuk ke aliran darah dan meningkatkan risiko berbagai penyakit, seperti penyakit jantung, stroke, diabetes, hingga infeksi saluran pernapasan.
Cara mengatasi karang gigi tidak bisa dihilangkan hanya dengan menyikat gigi. Jika sudah mengeras, diperlukan tindakan khusus dari dokter gigi melalui prosedur scaling. Dengan alat khusus, dokter akan membersihkan karang gigi hingga ke bagian bawah gusi agar mulut kembali bersih.
Agar karang gigi tidak cepat terbentuk kembali, penting untuk anda menjaga kebersihan gigi setiap hari. Minimal sikat gigi dua kali sehari selama 1-2 menit dengan pasta gigi yang mengandung mineral alami (berfluoride) dan sikat berbulu lembut. Anda juga bisa menggunakan benang gigi (flossing) untuk membersihkan sela-sela gigi.
Sebagai langkah pencegahan, anda bisa memeriksakan gigi ke dokter setiap enam bulan sekali agar mencegah tumbuhnya karang gigi. Karena menjaga kebersihan mulut bukan hanya untuk penampilan, tetapi juga untuk kesehatan tubuh anda secara keseluruhan. [Wakhdah Alisa Berliana]






