Surabaya (beritajatim.com) – Snus merupakan bubuk tembakau yang dikemas seperti kantung teh biasa ditempatkan di dalam mulut, berada di bawah bibir atas. Satu kaleng Snus akan berisi 18-24 buah, tiap kantungnya mengandung 27,3 mg nikotin, dibandingkan dengan 10 mg dari sebatang rokok.
Saat menggunakan Snus seseorang tidak akan kehilangan diri dalam berelaksasi. Sehingga Snus masih cukup aman digunakan. Namun terkait pemakaian Snus dikomentari oleh Manajer Sunderland, Lee Johnson. Lee memperingatkan efek buruk yang dapat terjadi pada pemain, ia mengungkapkan temuannya sendiri ini pada talkSPORT.
“Ini akan memberi pemain semacam efek ketenangan, saya memang belum mencobanya sendiri, tapi setelah berbicara dengan para pemain, kekhawatiran saya adalah zat ini sangat adiktif,” terang Lee Johnson saat diwawancara mengenai Snus.
Ada beberapa pemain yang nampak terlihat menggunakan Snus, misalnya bek Newcastle City, Jamaal Lascelles dan striker Arsenal, Pierre-Emerick Aubameyang. Mereka berdua terlihat mengikuti sosial media yang menjual Snus.
Meski belum terbukti secara ilmiah bahwa penggunaan Snus ini dapat meningkatkan performa dalam olahraga. Namun, sebagaimana diterangkan oleh Dr Toby Mundel, seorang dosen di Massey University di Selandia Baru menginginkan penelitian yang lebih jauh tentang penggunaan zat ini. Terutama apakah pemain yang menggunakan zat tersebut mendapatkan keuntungan tersendiri yang dapat menimbulkan ketidakadilan bagi pemain lain yang tidak menggunakannya.
Peningkatan kewaspadaan dan konsentrasi yang dirasakan tampaknya menjadi sesuatu yang menarik para pemain elit yang terduga itu. Tetapi ada kekhawatiran yang berkembang bahwa pesepakbola menggunakan Snus tanpa sepenuhnya menyadari risiko yang menyertainya.
Hal ini juga terjadi pada bek Manchester United, Victor Lindelof yang pernah memposting gambar Snus itu di akun Instagram pribadinya pada tahun 2016. Pakar kesehatan memang telah mempertanyakan penggunaan nikotin dan kafein pada daftar pemantauan Badan Anti-Doping Dunia (WADA).
Kendati demikian, pihak FA telah menyatakan bahwa Vardy dan para pemain yang menggunakan Snus tidak melanggar aturan anti-doping saat ini. Pihak FA masih terus memantau perkembangan dari WADA. [dan/esd]






