Mojokerto (beritajatim.com) – Pada bulan Maret 2025, Kabupaten Mojokerto berada di peringkat 11 Kabupaten/Kota Indeks Harga Konsumen (IHK) Jawa Timur yang mengalami inflasi sebesar 1,05 persen. Terdapat empat kelompok komoditas yang memberikan andil inflasi di Kabupaten Mojokerto.
“Yaitu kelompok makanan, minuman, dan tembakau kelompok pakaian dan alas kaki kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga, serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya,” ungkap Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Mojokerto, Bambang Eko Wahyudi, Jumat (11/4/2025).
Sementara itu, lanjutnya, terdapat dua kelompok komoditas yang mengalami deflasi, yaitu kelompok perdengiapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga serta kelompok transportasi. Lima kelompok komoditas lainnya yaitu kelompok kesehatar kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan kelompok rekreasi olahraga, dan budaya, kelompok pendidikan.
“Serta kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran tilak memberikan andil terhadap inflasi di Kabupaten Mojokerto pada bulan Maret 2025. Kemudian, laju inflasi tahun kalender (kumulatif) Kabupaten Mojokerto dari bulan Januari 2025 hingga bulan Maret 2025 sebesar 1,79 persen,” urainya.
Sementara laju inflasi tahun ke tahun (YoY) periode bulan Maret 2024 sampai bulan Mamt 2025 sebesar 2,92 persen. Bambang menjelaskan, komoditas utama yang memberikan andil terbesar terjadinya inflasi di Kabupaten Mojokerto pada bulan Maret 2025 adalah tarip listrik, cabai rawit, bawang merah, enas perhiasan, tahu mentah, bawang putih.
“Selain itu, juga ada tempe, telur ayam ras, daging sapi serta bandeng/bolu. Sedangkan komoditas yang mengalami penurunan harga rata-rata dari bulan lalu yaitu beras, daging ayam ras, tomat sayur, cabai merah, wortel, minyak goreng, solar, kentang, gula pasir, serta pengharum/pelembut cucian,” paparnya.
Masih kata Bambang, kenaikan inflasi di Kabupaten Mojokerto pada bulan Maret 2025 dipicu oleh kembali normalnya tarif listrik. Setelah sebelumnya pada bulan Januari dan Februari 2025, PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) memberikan diskon taril listrik sebesar 50 persen, khusus untuk pelanggan dengan daya listrik antara 450 VA hingga 2.200 VA.
“Kebijakan diskon ini diambil sebagai langkah untuk mengatasi dampak kenaikan taril Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang ditetapkan menjadi 12 persen, yang mulai berlaku efektif pada 1 Januari 2025. Sedangkan untuk komoditas penyumbang deflasi tertinggi di Kabupaten Mojokerto pada bulan Maret 2025 adalah beras.
Penurunan harga beras ini disebabkan oleh intervensi harga yang dilakukan oleh Bulog di pasar melalui program stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP), guna menjaga kestabilan kebutuhan pangan. Selain itu, pada bulan Maret, Kabupaten Mojokerto juga memasuki masa panen raya beras, yang turut mempercepat penurunan harga beras di pasaran. [tin/aje]






