Surabaya (beritajatim.com) – Kapolda Jatim membantah ada korban jiwa meninggal dunia dalam peristiwa ledakan di Mako Brimob, Senin (04/03/2024). Ia memastikan kabar tewasnya 2 anggota Brimob yang beredar di media sosial adalah hoaks.
“Kejadian itu menyebabkan 10 korban luka ringan. Semuanya anggota kami. Ledakan itu paling berdampak di radius 20 meter,” kata Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Imam Sugianto saat diwawancarai awak media di halaman Mako Brimob.
Imam menjelaskan, saat kejadian ada 15 anggota Brimob yang sedang melakukan latihan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) pasca penemuan bom. Sebanyak 10 korban yang saat ini masih dirawat itu terkena pecahan kaca dari gudang yang dibangun sejak 1951 itu.
“Tidak ada korban jiwa seperti yang beredar di media sosial. Total korban 10 orang sekarang masih dalam perawatan di RS Bhayangkara Polda Jatim,” imbuh Imam.
Imam memastikan, ledakan itu juga menyebabkan kerugian material rusaknya 2 gedung milik pemerintah dan sejumlah properti milik warga. Gedung milik pemerintah itu adalah Kantor Kecamatan Krembangan dan sebagian kaca dari gedung Kodim 0830 Surabaya Utara.
“Insya Allah akan kami komunikasikan kepada warga dan akan kami lakukan perbaikan seperti semula,” tutur Imam. [ang/but]






