Jember (beritajatim.com) – Inflasi tahunan (year on year) Kabupaten Jember, Jawa Timur, pada Desember 2022 – Desember 2023 tercatat mencapai 2,29 persen. Sementara inflasi bulanan (month to month) 0,22 persen.
“Beberapa komoditas yang memberikan andil inflasi tahunan yoy Desember 2023 adalah cabai merah, bawang putih, cabai rawit, brokoli, buncis, ikan goreng, telur ayam kampung, alpukat, ikan asin belah, dan gula pasir,” kata Kepala Badan Pusat Statistik Jember Tri Erwandi, Selasa (2/1/2024).
Sementara komoditas yang menyumbangkan andil deflasi tahunan pada Desember 2023 adalah buah naga, salak, tomat, wortel, kelapa, ikan ekor kuning, pepaya, ikan gurame, jeruk, dan telur puyuh.
Inflasi tahunan tertinggi di Jawa Timur terjadi di Sumenep sebesar 5,08 persen. Inflasi terendah di Kabupaten Banyuwangi sebesar 2,15 persen. Sementara inflasi tahunan di Jawa Timur mengalami inflasi sebesar 2,92 persen.
Keberhasilan merawat inflasi tahunan ini sejalan dengan sukses Pemerintah Kabupaten Jember masuk dalam 10 besar kabupaten dengan inflasi terendah nasional, yakni, pada urutan 7 terendah. Bupati Hendy Siswanto menyebut pengendalian inflasi tak lepas dari hasil kerja keras pemerintah dan sejumlah pemangku kepentingan.
Hendy menyebut rendahnya inflasi ini akan memberikan dampak ganda terhadap pembangunan di Jember. “Inflasi terkendali, harga dan ketersedian barang terkendali, daya beli masyarakat meningkat, dan kesejahteraan masyarakat meningkat. Inflasi terkendali wis wayahe perekonomian Jember tumbuh meninggi,” katanya.
Kini Pemkab Jember berupaya mendorong pertumbuhan perekonomian. Salah satunya, dengan menggelar berbagai event di seluruh wilayah Kabupaten Jember. [wir]






