Jember (beritajatim.com) – Inflasi bulanan di Kabupaten Jember, Jawa Timur, pada Februari 2023 mencapai 0.18 persen dengan Indeks harga Konsumen (IHK) sebesar 116,05. Rokok dan beras menjadi penyumbang inflasi tertinggi.
“Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,74 persen;” kata Kepala Badan Pusat Statistik Tri Erwandi, ditulis Kamis (2/3/2023).
Menurut Erwandi, rokok kretek filter, beras, bawang putih, cabai rawit, bawang merah, cabai merah, ikan lele, jeruk, rokok putih, dan mangga menyumbangkan inflasi. Sementara tomat, telur ayam ras, emas perhiasan, tarif kereta api, minyak goreng, sawi hijau, sandal kulit pria, daun bawang, sabun cair/cuci piring, buah naga menyumbangkan angla deflasi.
[berita-terkait number=”3″ tag=”jember”]
Rokok kretek filter dan beras masing-masing menyumbangkan inflasi 0,07 persen. Sementara itu bawang putih 0,03 persen; cabai rawit 0,03 persen; bawang merah 0,02 persen; cabai merah 0,01 persen, ikan lele 0,01 persen; jeruk 0,01 persen;
“Sedangkan komoditas yang memberikan andil deflasi month-to-month adalah tomat 0,04 persen; telur ayam ras sebesar 0,03 persen; minyak goreng sebesar 0,01 persen; dan sawi hijau sebesar 0,01 persen,” kata Erwandi.
Berbeda dengan infalsi bulanan, bensin, tarif air minum pam, beras, tempe, rokok kretek filter, telur ayam ras, susu bubuk untuk balita, bahan bakar rumah tangga, tahu mentah dan upah asisten rumah tangga menyumbangkan inflasi tahunan (year-on-year). Sementara parfum, cakalang diawetkan, mangga, tomat, daging ayam ras, obat gosok, daun bawang, minuman ringan, anggur, dan cumi-cumi menjadi penyumbang deflasi. [wir/ted]






