Surabaya (beritajatim.com) – Partai Indonesia kontra Curacao Jilid 1 telah usai, Indonesia berhasil mengalahkan Curacao dengan skor tipis 3-2. Ada beberapa pemain penting yang berkontribusi di dalam pertandingan ini salah satunya adalah Pratama Arhan.
Dia turut berperan penting bagi terciptanya dua gol Timnas Indonesia ke gawang Curacao di Stadion Geloran Bandung Lautan Api, Kota Bandung, Jawa Barat pada Sabtu (24/9).
Pemain yang merumput bersama Tokyo Verdy di Liga Jepang itu sukses mencatatkan dua asisst berujung gol yang dilesakkan oleh Fachruddin Aryanto dan Dimas Drajad. Uniknya, Arhan berhasil menyumbangkan assist melalui tangan dan kakinya.
Salah satu aksi Pratama Arhan yang kembali menjadi sorotan suporter Timnas Indonesia adalah ketika melakukan asisst via lemparan dalam.
Hal itu terjadi pada menit 22 babak pertama, ketika Pratama Arhan melakukan lemparan dalam dari jarak 30 hingga 40 meter ke area penalti Curacao.
[berita-terkait number=”5″ tag=”olahraga”]
Dia berhasil membuat lini belakang Curacao ‘Ter-Arhan Arhan’, lemparan jarak jauh Pratama Arhan itupun berhasil dikonversi Fachruddin Aryanto menjadi gol. Pemain Curacao merasa kaget dengan lemparan kedalam yang bisa berbuah gol tersebut.
Berikutnya, Arhan kembali beraksi kala memberi umpan manja ke Dimas Drajad yang berada di dalam kotak penalti pada menit ke-56. Pemain kelahiran Blora, Jawa Tengah, ini tampil penuh dan menjadi salah satu pemain yang menonjol di laga tersebut.
Pratama Arhan merupakan full back kiri modern yang begitu rajin membantu serangan, kemampuan dribel dan kecepatan yang dimilikinya memudahkannya melakukan penetrasi dari sisi tepi.
Tak hanya itu, Arhan juga memiliki akurasi passing dan crossing yang bagus, beberapa kali umpannya dari sektor kiri membahayakan pertahanan lawan. Pemain kelahiran 21 Desember 2021 ini juga menjadi algojo utama bola mati Timnas Indonesia terutama saat corner kick dan lemparan ke dalam.
Arhan adalah contoh dari bek kiri modern yang memiliki atribut lengkap, selain kemampuannya membantu serangan Timnas Indonesia. Kecerdasan dan etos kerjanya dalam bertahan juga patut diberi acungan jempol. Meski tak berbadan tambun, ia berani untuk berduel fisik, ketika terjatuh, ia akan bangkit dan merembut bola dari lawannya.
Mindset kerja keras yang ditanamkan Shin Tae-yong benar-benar membuat Pratama Arhan menjadi pemain yang berada di level tertinggi di usianya. Kepercayaan juru taktik asal Korea Selatan itu untuk memberi jam bermain yang banyak bagi Arhan juga membuat penampilannya begitu matang.
Bahkan Pelatih Curacao, Remko Bicentini, secara terus terang memuji performa Pratama Arhan di laga kontra Timnas Indonesia, Sabtu (24/9).
Dalam hemat Remko Bicentini, Arhan telah melakukan tugasnya dengan sangat baik sebagai bek kiri Timnas Indonesia. Bek Tokyo Verdy itu mencetak assist dengan kaki dan tangannya.
“[Pratama] Arhan adalah pemain yang bagus, Indonesia bermain sebagai tim dan mereka melakukannya dengan sangat baik,” kata Bicentini saat konferensi pers usai laga di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). (dae/nap)






