Ringkasan Berita:
- Akademisi Umsura menilai Kepala Bappeda Jatim harus memahami karakter budaya lokal Jawa Timur.
- Jawa Timur memiliki lima kawasan budaya dengan pendekatan pembangunan yang berbeda.
- Sensitivitas sosial dinilai sama pentingnya dengan kompetensi teknis dalam menyusun kebijakan publik.
- Bursa Kepala Bappeda Jatim kini mengerucut pada dua nama, yakni Iwan dan Hendro Gunawan.
Surabaya (beritajatim.com) – Pemilihan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jawa Timur dinilai tidak cukup hanya mengandalkan kompetensi administratif. Jabatan strategis yang menentukan arah pembangunan daerah itu juga menuntut figur yang memahami karakter budaya lokal agar kebijakan yang dirumuskan mampu menjawab kebutuhan masyarakat di berbagai wilayah.
Akademisi Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura), Khoirul Anam, mengatakan Jawa Timur memiliki lima kawasan budaya dengan karakter komunikasi dan dinamika sosial yang berbeda, yakni Arek, Mataraman, Madura, Tapal Kuda, dan Pantura. Keragaman tersebut harus menjadi pertimbangan utama dalam menyusun perencanaan pembangunan.
“Keberhasilan pembangunan ditentukan kemampuan memahami konteks sosial, budaya, politik, dan regulasi yang menjadi landasan penyelenggaraan pemerintahan daerah,” kata Khoirul di Surabaya, Sabtu (13/6/2026).
Khoirul yang juga Direktur Eksekutif Pusat Studi Politik dan Transformasi Sosial (Puspolnas) Umsura menilai, penguasaan terhadap regulasi daerah harus berjalan beriringan dengan pemahaman terhadap karakter masyarakat di setiap kawasan.
Menurutnya, kebijakan publik yang responsif hanya dapat lahir apabila perumus kebijakan memahami kondisi sosial dan lingkungan tempat kebijakan tersebut akan diterapkan.
“Kebijakan yang responsif hanya dapat lahir dari pemahaman yang mendalam terhadap lingkungan sosial dan hukum tempat kebijakan tersebut diterapkan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Kepala Bappeda memiliki peran sentral dalam menentukan arah pembangunan daerah karena menjadi bagian dari Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). Posisi tersebut mengharuskan kepala Bappeda berkomunikasi secara intensif dengan DPRD, organisasi perangkat daerah, hingga berbagai elemen masyarakat.
Karena itu, kemampuan membangun komunikasi dengan para pemangku kepentingan menjadi faktor penting agar setiap program pembangunan memperoleh dukungan luas dan berjalan sesuai target.
Khoirul menilai, kegagalan implementasi sebuah program sering kali dipicu lemahnya komunikasi antarpemangku kepentingan, bukan semata-mata karena kualitas perencanaannya.
“Kompetensi teknis tanpa sensitivitas lokal berisiko melahirkan kebijakan yang baik secara konseptual, tetapi kurang efektif dalam implementasi,” tegasnya.
Ia menambahkan, sistem meritokrasi tetap menjadi acuan dalam pengisian jabatan pemerintahan. Namun, kehadiran birokrat yang telah memahami karakteristik sosial dan budaya Jawa Timur akan menjadi nilai tambah dalam memimpin Bappeda.
Menurutnya, apabila jabatan strategis tersebut diisi figur dari luar daerah, masyarakat dapat mempertanyakan efektivitas pembinaan sumber daya aparatur di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
“Ini dapat menjadi alarm bahwa investasi pengembangan talenta aparatur daerah perlu dievaluasi agar mampu melahirkan pemimpin birokrasi lokal,” tutup Khoirul.
Berdasarkan catatan beritajatim.com, jabatan Kepala Bappeda Jawa Timur saat ini masih diisi oleh pelaksana tugas (Plt) M Yasin yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Jawa Timur.
Sedikitnya terdapat lima nama yang sebelumnya masuk bursa calon Kepala Bappeda Jatim, yakni Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jatim Iwan, Inspektur Provinsi Jatim Hendro Gunawan, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Jatim Ramliyanto, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Jatim Muhammad Isa Anshori, serta Kepala Dinas Perhubungan Jatim Nyono.
Selain itu, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai juga sempat disebut sebagai salah satu kandidat. Namun, berdasarkan informasi terakhir yang diterima beritajatim.com, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa diperkirakan tetap mempertahankan Aries sebagai Kepala Dinas Pendidikan.
Sementara itu, perkembangan terbaru menunjukkan persaingan bursa Kepala Bappeda Jatim mulai mengerucut kepada dua kandidat, yakni Kepala Disperindag Jatim Iwan dan Inspektur Provinsi Jatim Hendro Gunawan. Keduanya disebut menjadi figur yang memiliki peluang besar mengisi jabatan strategis yang mengendalikan arah perencanaan pembangunan Provinsi Jawa Timur. [ipl/beq]






