Jember (beritajatim.com) – Puluhan aktivis Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah berunjuk rasa dan membakar ban, di depan gedung DPRD Kabupaten Jember, Jawa Timur, Senin (10/6/2024).
Para aktivis ini berorasi memprotes kepemimpinan Bupati Hendy Siswanto selama 2021-2024. Mereka menilai Hendy tidak menepati janji dan layak mendapat rapor merah.
Mereka mempersoalkan dugaan pelanggaran aturan dan hukum dalam pembangunan pabrik pupuk, keterlibatan sanak kerabat dalam pemerintahan, tidak transparannya proses pemberian beasiswa, besarnya angka kemiskinan dan stunting, dan tidak ditepatinya janji politik pada saat masa kampanye.
“Kami menuntut Bupati Hendy melakukan transparansi dana pembangunan pabrik pupuk organik di Kabupaten Jember,” kata Dwi Nouval Zakaria, aktivis IMM Jember.
IMM menuntut DPRD Jember berperan aktif terhadap dugaan korupsi dana pembangunan pabrik pupuk dan sejumlah organisasi perangkat daerah.
IMM menuntut Bupati Hendy mencopot anggota keluarganya yang masuk didalam sistem pemerintahan tanpa seleksi yang jelas.
“Kami menuntut Bupati Hendy untuk mepertanggungjawabkan 7 janji politik yang dulu diucapkan,” kata Nouval.
IMM juga mendesak Bupati Hendy untuk melakukan langkah konkret dalam menuntaskan kemiskinan di Kabupaten Jember. Kasus stunting harus diselesaikan hingga tuntas.
“Kami menuntut Bupati Hendy melakukan pembenahan terhadap sistem penerimaan beasiswa pemkab Jember,” kata Nouval.
Saat aksi berlangsung, DPRD Jember tengah menggelar sidang paripurna pandangan akhir fraksi terhadapap Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2023. [wir/beq]






