Surabaya (beritajatim.com) – Imbas 5 karyawannya terlibat kasus pengeroyokan 3 remaja di Klampis Ngasem pada Minggu (12/03/2023) lalu, ratusan warga Klampis menggelar demo di depan Chug Bar menuntut agar tempat hiburan tersebut ditutup, Jumat (17/03/2023). Pantauan beritajatim.com, aksi itu diikuti oleh laki-laki, perempuan dan anak-anak dengan atribut bendera hijau bertuliskan Banser dan Ansor.
Selain berorasi, massa aksi juga menggelar sholawatan secara bersama-sama. Aksi dimulai pada pukul 13.00 WIB hingga pukul 14.35 WIB.
Mat Huri, salah satu tokoh masyarakat Klampis Ngasem yang juga koordinator aksi mengatakan, jika warga Klampis tidak menolak para pebisnis yang hendak masuk ke wilayah Klampis. Namun, Chug Bar dianggap oleh warga hanya bisa membuat kisruh. “Warga kami dikeroyok dengan beringas. Kami menolak jika tempat bisnis di tempat kami hanya bisa meresahkan warga,” ujar Mat Huri diwawancarai di lokasi.
[berita-terkait number=”5″ tag=”pengeroyokan”]
Mat Huri menegaskan, Chug Bar harus tutup mulai malam ini. Mereka menuntut agar pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mendengarkan suara hati warga Klampis.
“Jika dibuka resto silahkan, namun jangan jual minol dan bikin kisruh. Kami marah dan telah memasang banner untuk menutup akses parkir. Jika nekat dilepas dan buka, kami akan melancarkan aksi lebih besar,” imbuh Mat Huri.
Sementara itu, Kapolsek Sukolilo, Kompol M Sholeh mengatakan jika pihaknya hanya bersifat mengamankan aksi warga. Terkait penutupan, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada Pemkot Surabaya. “Kami hanya mengamankan untuk penutupan sesuai kemauan warga, bukan kewenangan kami. Biar Pemerintah Kota Surabaya nanti,” pungkas Sholeh.
Massa aksi membubarkan diri ditutup dengan doa bersama dan membersihkan sampah di lingkungan sekitar. Aksi damai berjalan dengan lancar tanpa ada gesekan.
Seperti yang diketahui, lima karyawan Chug Bar ditangkap oleh Polsek Sukolilo usai mengeroyok tiga remaja Klampis, Minggu (12/03/2023) dini hari, hingga dua orang korban harus dirawat di RS Haji Sukolilo karena mengalami gegar otak ringan.
Kapolsek Sukolilo, Kompol M Sholeh menjelaskan jika kelima tersangka adalah Ainur Rofik, Haykal Ardinar, Ilham Trisa, Nauval Wildan, dan Hoirul Arifin. Mereka saat ini sudah mendekam di sel tahanan Polsek Sukolilo.
“Kelima tersangka ini saat mengeroyok dalam kondisi mabuk. Saat ini dari 3 korban, dua masih dirawat di RS Haji Sukolilo karena mengalami gegar otak ringan,” ujar Sholeh ketika dihubungi Beritajatim.com, Minggu (12/03/2023) malam.
Sholeh menjelaskan, berdasarkan keterangan para saksi, saat itu ada 10 orang karyawan dari Chug Bar baru saja pulang. Mereka lantas dengan arogan mengendarai sepeda motor. Di saat yang bersamaan, ada dua orang pemuda yang duduk di tepi jalan Klampis Jaya merasa terganggu dengan ulah 10 karyawan tersebut. Kedua remaja ini lantas berteriak dan menegur 10 karyawan Chug Bar ini sambil mengacungkan sebalok kayu.
“Karena tidak terima ditegur, 10 karyawan ini putar balik ke dua pemuda tadi. Karena kalah jumlah kedua pemuda yang ini lari ke arah kampung,” imbuh Sholeh.
Aksi kejar-kejaran sempat terjadi, bahkan sejumlah karyawan Chug Bar sempat meneriaki dua pemuda tersebut dengan kalimat maling dan gangster. Saat tiba di Klampis Ngasem tepatnya di depan Masjid warga, kedua pemuda tersebut dihajar dengan tangan kosong dan helm. “Dari 10 orang itu yang sudah kami tetapkan tersangka 5 orang. Masih kami dalami lagi kemungkinan lainnya,” tegas Sholeh. (ang/kun)






