Surabaya (beritajatim.com) – Indonesia Marketing Association (IMA) menegaskan komitmennya menjadikan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai prioritas strategis nasional. Dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) IMA 2025 di Surabaya, agenda utama difokuskan pada penguatan UMKM melalui edukasi pemasaran modern dan teknologi digital.
Presiden IMA Pusat, Suparno Djasmin, menyampaikan bahwa Rakernas menjadi puncak konsistensi IMA dalam membina pelaku usaha. Ajang ini menghadirkan finalis UMKM dan Tourism Award tahunan yang diselenggarakan untuk ketiga kalinya.
“Kami berharap penghargaan ini dapat menginspirasi lebih banyak UMKM untuk meningkatkan kualitas dan daya saing, karena UMKM adalah tulang punggung perekonomian bangsa,” ungkap Suparno saat Welcome Dinner di Surabaya Jumat malam (5/12/2025).
Presiden IMA Surabaya, Yusuf Wiharto, menggarisbawahi urgensi edukasi, terutama dalam pemanfaatan teknologi. Ia menilai banyak UMKM hebat yang belum maksimal dalam strategi pemasaran modern.
“Tugas kami adalah memberikan edukasi, mulai digitalisasi hingga pemasaran modern, agar UMKM bisa naik kelas,” tegas Yusuf. Ia juga memperingatkan, jika UMKM tidak memulai digitalisasi, akan makin sulit bersaing di tengah dominasi teknologi AI.
Di sisi kompetensi, IMA mencatat keberhasilan program sertifikasi CPM Marketing yang bekerja sama dengan Asia Marketing Federation. Target awal 1.122 peserta di tahun 2025 telah terlampaui, mencapai 1.163 peserta hingga Juni.
“Minat peserta meningkat sangat pesat, karena ilmu pemasaran berkembang cepat mengikuti teknologi. Kami ingin pemasar Indonesia terus relevan dan kompeten,” tambah Suparno.
Surabaya sebagai Simbol Sejarah dan Solidaritas
Pemilihan Surabaya sebagai tuan rumah Rakernas memiliki makna historis, mengingat pendiri IMA, Hermawan Kartajaya, berasal dari kota ini. Kehadiran lebih dari 105 chapter IMA di seluruh Indonesia diharapkan dapat memperkuat ekosistem pemasaran nasional.
Acara Rakernas dibuka dengan Studium General di Ubaya dan dilanjutkan dengan Malam Amal Banjir Sumatera, di mana IMA menunjukkan solidaritas dengan menyumbangkan donasi sebesar Rp 25 juta untuk korban bencana.
Kepala Dinas Koperasi, UMKM, dan Perdagangan (Dinkopdag) Surabaya, Febrina Kusumawati, menyambut baik kolaborasi ini. Ia berharap sinergi dengan pelaku usaha besar di IMA dapat mendorong UMKM Surabaya menjadi “makin maju, makin tajir, dan kompetitif.” Sebagai bentuk dukungan, produk UMKM binaan Pemkot Surabaya turut dipamerkan dan akan dikunjungi langsung oleh peserta Rakernas.
Rakernas IMA 2025, yang berlangsung hingga 7 Desember, ditargetkan menjadi tonggak bagi IMA untuk memperluas jangkauan keanggotaan dan memperkuat kolaborasi strategisnya dengan pemerintah, profesional, dan akademisi, demi akselerasi pertumbuhan ekonomi nasional.[rea]






