Surabaya (beritajatim.com) – Sebentar lagi, umat Islam akan merayakan Idul Adha yang jatuh pada tanggal 10 Dzulhijjah 1446 H. Berdasarkan kalender Masehi, bulan Dzulhijjah 1446 diperkirakan berlangsung dari akhir Mei hingga awal Juni 2025. Idul Adha menjadi momen penting untuk melaksanakan ibadah kurban, yang bukan sekadar menyembelih hewan, tetapi juga mengandung makna mendalam tentang kepatuhan, pengorbanan, serta kepedulian sosial kepada sesama.
Melalui ibadah kurban, umat Islam diajak untuk berbagi rezeki kepada mereka yang membutuhkan dan meneladani ketulusan serta ketaatan Nabi Ibrahim AS. Agar ibadah kurban berjalan lancar dan sah secara agama, pemilihan hewan kurban yang tepat menjadi hal yang sangat penting.
Berikut panduan lengkap memilih hewan kurban sesuai ketentuan syariat Islam dan kualitas terbaik.
1. Pilih Jenis Hewan Kurban yang Sesuai
Jenis hewan yang diperbolehkan untuk dijadikan kurban sudah tertuang dalam Al-Qur’an, tepatnya Q.S Al-Hajj ayat 34. Hewan yang termasuk kategori bahimatul an’am, atau hewan ternak, antara lain kambing, domba, sapi, kerbau, dan unta. Setiap jenis hewan memiliki syarat umur minimal agar sah dijadikan kurban.
Contohnya, kambing dan domba harus berumur minimal satu tahun, sapi dan kerbau minimal dua tahun, sedangkan unta minimal lima tahun. Memilih hewan sesuai jenis dan usia yang dianjurkan merupakan syarat mutlak agar ibadah kurban diterima oleh Allah SWT.
2. Pastikan Usia Hewan Sesuai Ketentuan
Usia hewan sangat mempengaruhi kualitas daging dan keabsahan hewan kurban. Hewan yang masih muda tidak memenuhi syarat karena daging dan kesehatannya belum optimal. Untuk kambing dan domba, usia minimal adalah satu tahun, sedangkan sapi dan kerbau minimal dua tahun.
Cara mudah mengecek usia hewan adalah melalui catatan kelahiran atau dengan melihat kondisi gigi; apabila dua gigi susu depan sudah tanggal, maka usia hewan kambing dan domba sekitar 12-18 bulan, sedangkan sapi dan kerbau sekitar 22 bulan.
3. Periksa Kondisi Kesehatan dan Fisik Hewan
Hewan kurban harus dalam kondisi sehat, bebas dari penyakit, dan tanpa cacat fisik yang berarti. Hewan yang pincang, buta, atau kehilangan bagian tubuh penting seperti telinga atau ekor, tidak memenuhi syarat untuk dijadikan qurban.
Tanda hewan sehat meliputi postur tubuh yang tegap, kuku yang bersih dan tidak pecah, bulu yang rapi dan bersih, mata cerah tanpa kotoran, serta hidung yang basah dan segar. Hewan yang terlihat lemas atau sakit dapat mengurangi nilai ibadah kurban.
4. Pilih Hewan yang Gemuk dan Berbobot Seimbang
Kualitas hewan kurban juga dilihat dari kondisi tubuhnya. Hewan yang terlalu kurus tidak dianjurkan karena dagingnya sedikit dan kurang bernutrisi. Sebaliknya, hewan dengan badan gemuk dan proporsional menunjukkan perawatan yang baik dan kesehatan yang optimal. Hewan sehat umumnya memiliki nafsu makan yang baik dan mampu mengkonsumsi pakan dengan lahap.
5. Beli Hewan Kurban dari Penjual Terpercaya
Memilih penjual atau peternak yang berpengalaman dan terpercaya sangat penting untuk menjamin kualitas hewan kurban. Pastikan hewan yang dibeli memiliki sertifikat kesehatan dari dokter hewan sebagai bukti bebas dari penyakit.
Hindari membeli hewan dengan harga sangat murah karena bisa jadi kualitas dan kesehatannya kurang baik. Calon pembeli juga sebaiknya menanyakan dokumen resmi dari dinas terkait guna memastikan legalitas hewan kurban yang dijual.
6. Perhatikan Waktu Penyembelihan Hewan Kurban
Waktu penyembelihan hewan kurban harus sesuai dengan ketentuan syariat, yaitu dimulai setelah sholat Idul Adha pada tanggal 10 Dzulhijjah dan bisa dilanjutkan sampai hari Tasyrik (11, 12, dan 13 Dzulhijjah). Penyembelihan di luar rentang waktu ini tidak sah sebagai qurban, sehingga penting untuk mengikuti jadwal yang telah ditentukan agar ibadah kurban diterima.
Dengan memahami makna berkurban di Hari Idul Adha dan memilih hewan kurban yang sesuai, diharapkan ibadah ini bisa berjalan sempurna dan membawa keberkahan bagi diri sendiri serta sesama. (mnd/ian)






