Pamekasan (beritajatim.com) – Islamic Boarding School Padepokan Kiai Mudrikah Kembang Kuning (IBS PKMKK) Pamekasan memiliki komitmen tinggi mewujudkan lembaga pendidikan pesantren berbasis multimedia dan literasi.
Hal tersebut tidak lepas dari adanya kesadaran pengelola pesantren yang terletak di Dusun Sumber, Desa Lancar, Kecamatan Larangan, Pamekasan, akan pentingnya Teknologi Informasi (TI) yang dinilai sebagai hal yang tidak terpisahkan dalam kehidupan manusia, khususnya di era modern seperti saat ini.
Terlebih saat ini, hampir semua aspek kehidupan sangat bergantung dengan TI. Sehingga pesantren yang diresmikan pada 21 Juli 2022 tersebut, berusaha merespons kondisi dengan berbagai tantangan revolusi industri 4.0. Salah satunya dengan memberikan mengajarkan melek teknologi bagi santri agar dapat bersaing dan berkomunikasi dengan seluruh lapisan masyarakat dunia (netizen).
Baca Juga: IBS Padepokan Kiai Mudrikah Luncurkan 9 Buku Karya Siswa
Direktur Utama IBS Kiai Mudrikah Pamekasan, Achmad Muhlis menilai jika saat ini kaum santri tidak boleh terlena dan hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi juga harus berpartisipasi langsung membangun peradaban positif dalam rangka mengembangkan kehidupan berbangsa.
Guna merealisasikan hal itu, pesantren harus mampu menjaga umat dan bangsa dari berbagai tindakan atau kejahatan moral maupun sosial. Sebab hal itu menjadi salah satu dari identitas pesantren, yakni sebagai penjaga umat dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Santri IBS Kiai Mudrikah tidak hanya diberikan ilmu agama dan multimedia dengan beragam variannya, tetapi juga diajarkan literasi, yakni proses memupuk kesadaran akan pentingnya membedakan hal yang hak dan batil pada setiap aspek kehidupan,” kata Achmad Muhlis, Kamis (20/7/2023).

Kesadaran tersebut harus selalu dipupuk dengan cara mengintensifkan kajian beragam ilmu agama, serta dielaborasikan dengan berbagai isu kekinian dengan memanfaatkan ragam teknologi yang dimiliki.
“Dengan beragam diskusi ringan itu, para santri yang masih berusia belasan tahun sudah mampu menyampaikan pandangan, ide dan gagasan dalam sebuah tulisan yang berbentuk buku yang telah diterbitkan,” ungkapnya.
Baca Juga: Mahasiswa UB Malang Bantu Petani Pamekasan Cek Kesuburan Tanah
Selain mengembangkan kegiatan literasi, IBS Padepokan Kiai Mudrikah juga membangun kerjasama luar negeri. Salah satunya dengan menghadirkan sejumlah guru master dari Timur Tengah, yakni sebagai tamu kehormatan dengan kompetensi keilmuan berbeda, sekaligus memberikan ijazah atau ijin mengajarkan pada para ustadz dan ustadzah melalui beragam sanad keilmuan berbeda.
“Dalam rangka kerjasama luar negeri ini, selama ini kami sudah menghadirkan sejumlah tokoh luar negeri. Di antaranya Prof Adda’i Ilallah As-Sayyid Al Habib Alwi Hamid Bin Shihabuddin (Ahli Hadis dari Universitas Seiun, Tarim Yaman), Syekh Muhyiddin Abdurrozzaq Shiddiq Mazzawiyyah, (Ahli Filsafat dan Tasawuf dari Damaskus Syiria), Syekh Ahmad bin Muhammad Al-Faqir (Ahli Ushul Fiqh dari Yaman), Syekh Sholeh bin Muhammad Al-Faqir (Ahli Fiqh dari Yaman), Al-Habib Abdullah Al-Haddad (Ahli Al-Hikmah dari Mekkah), Iunir Ziganshin (Ahli Ulum Al-Qur’an dari Rusia), Syaikh Mohammad Amin Al-Jailani (Ahli Tahsin Qiro’ah Al-Qur’an, Lebanon),” jelasnya.
Tidak hanya itu, IBS Kiai Mudrikah juga menghadirkan akademisi sekaligus praktisi pendidikan dalam negeri. “Tentu untuk kerjasama dalam negeri juga kita lakukan, salah satunya dengan mendatangkan sejumlah akademisi maupun praktisi, di antaranya Prof Nur Syam, serta praktisi di lingkungan Kementerian Agama RI,” pungkasnya. [pin/but]






