Surabaya (beritajatim.com) – Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak membuka Puncak Peringatan HUT Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini (HIMPAUDI) ke-18 yang diselenggarakan pada Jumat (15/9/2023) di Alun-alun Kota Blitar.
Bercermin dari pengalamannya sebagai seorang ayah, Emil menjelaskan perlu kerja keras semua pihak untuk terus berinovasi dalam menjawab tantangan dunia pendidikan anak usia dini.
Rentang usia 0-5 tahun ini merupakan golden age, sehingga penting untuk merangsang daya pikir nalar dimana disrupsi yang sudah semakin membesar. “Bersama-sama kita perlu bersatu, bekerja keras, dan terus berinovasi dalam menjawab berbagai perubahan dan kebutuhan yang ada di dunia pendidikan anak usia dinidini,” jelasnya.
“Ada yang mengatakan golden age itu di antara usia baru lahir sampai 5 tahun dan PAUD tentunya menyasar anak di usia tersebut, bukan untuk menjejali dengan ilmu, tetapi merangsang daya pikir nalar. Kita sadar bahwa masa depan kita sudah semakin berubah sudah semakin besar disrupsi,” katanya.
Emil lantas menyampaikan apresiasinya kepada HIMPAUDI, mengingat pendidikan anak usia dini ini merupakan salah satu pondasi utama pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM).
“Pendidikan anak usia dini adalah pondasi utama dalam proses pembentukan karakter, kepribadian, dan potensi anak-anak kita sehingga layak kami sampaikan apresiasi kepada HIMPAUDI sebagai wadah para pendidik, pengelola, dan orang tua, telah berperan besar dalam memastikan bahwa anak-anak kita mendapatkan pendidikan yang terbaik,” ucapnya.
Lebih lanjut disebutkan olehnya, di sini lah Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten dan Kota senantiasa berusaha untuk mewujudkan pendidikan yang baik di semua jenjangnya.
“Pemerintah di berbagai tingkatan ini mewujudkan pendidikan yang baik disemua jenjangnya bukan hanya berfokus ke salah satu jenjang pendidikan saja ya sehingga senantiasa sejalan dengan HIMPAUDI,” katanya.
Sejalan dengan hal itu, HIMPAUDI Jatim berharap peringatan HUT ke-18 ini turut serta mendorong stimulasi positif anak, melalui metode merdeka belajar dan bermain. “Melalui kegiatan ini, kita dapat bergerak serentak turut mensosialisasikan serta aksi nyata mewujudkan pendidikan anak usia dini dengan mendorong stimulasi positif anak, dengan merdeka belajar dan bermain,” ucapnya.
Termasuk orang nomor dua di Jatim tersebut memberika beberapa usulan. Yang pertama agar pemerintah desa membantu PAUD melalui dana desa.
Dan yang kedua, mendorong tenaga pendidik PAUD ini untuk terus mengembangkan kemampuan baik dengan melakukan studi lanjutan ke jenjang S1 atau yang lebih tinggi. “Ini ada usulan menarik, dengan Dana Desa ini bisa dimaksimalkan untuk membantu PAUD, tentu untuk wilayah kelurahan akan memiliki mekanisme sendiri,” terangnya.
“Lalu penting untuk terus mengembangkan kemampuan tenaga pendidik ini, saya rasa sudah banyak yang sudah S1 dan untuk yang akan S2 bisa berfokus pada strategi pendidikan dan mengembangkan sistem pendidikan,” sambungnya.
Di akhir, Emil menyampaikan harapannya kepada HIMPAUDi Jatim agar menjadi lebih cemerlang, inklusif dan berdaya. “Saya berharap Puncak Peringatan HUT HIMPAUDI yang ke-18 ini menjadi awal dari perjalanan yang lebih cemerlang, lebih inklusif, dan lebih berdaya bagi HIMPAUDI dan dunia pendidikan anak usia dini di Jawa Timur,” pungkasnya.
Mengangkat tema ‘Bergerak Bersama Cegah Stunting-Semua anak Hebat, Kreatif dan Juara’. Kegiatan tersebut diikuti 38 PD HIMPAUDI kabupaten dan kota dan perwakilan dan sekitar 4.000 anak orang tua dan guru.
Turut hadir Santoso selaku Walikota Blitar, Bupati Blitar Rini Syarifah, Imam Mahmud selaku Ketua Pengurus Wilayah HIMPAUDI Jawa Timur, Sri Winarsih selaku Ketua Pengurus Daerah HIMPAUDI Kota Blitar, Popo Betti Nur’Aini selaku Ketua Pengurus Daerah HIMPAUDI Kabupaten Blitar dan peserta yang hadir meramaikan peringatan HUT HIMPAUDI. (tok/kun)
BACA JUGA: Wagub Emil Ajak Masyarakat Siaga Cegah Dampak Kekeringan






