Surabaya (beritajatim.com) – Usai mengirim karangan bunga di Polsek Mulyorejo, Metty Oesman, Nenek di Surabaya wadul ke Kapolrestabes. Hal ini dilakukan imbas kasus penipuan yang dilaporkan Metty Oesman tidak kunjung selesai usai 15 bulan dilaporkan.
Metty Oesman mengatakan, jika ‘curhatannya’ ditanggapi dengan baik oleh Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Pasma Royce. Kepada Metty, Pasma berjanji akan memanggil Kapolsek Mulyorejo, Kanit Reskrim dan penyidik yang menangani kasusnya.
“Puji Tuhan Pak Kapolrestabes langsung menjawab. Beliau mengucapkan terima kasih atas informasinya dan berjanji hari Senin akan cek kasusnya,” tutur Mety sumringah, Senin (22/5/2023).
Tidak hanya itu, Metty juga memohon kepada Kapolrestabes Surabaya agar Penyidik Polsek Mulyorejo segera mengambil keterangan dari saksi ahli hukum pidana, karena pihak Dekan Fakultas Hukum (FH) Unair sudah menerbitkan surat tugas kepada salah seorang Dosennya sejak tanggal 11 April 2023.
BACA JUGA:
Nenek di Surabaya Kirim Karangan Bunga ke Polsek Mulyorejo, Tanda Kecewa
“Saya yakin Pak Kapolrestabes Surabaya dapat melindungi dan mengayomi masyarakat Surabaya. Buktinya pengaduan saya direspon dengan baik dan cepat,” imbuh Metty.
Sementara itu, Kasihumas Polrestabes Surabaya, AKP Haryoko Widi membenarkan jika Kapolsek Mulyorejo, Kompol Sugeng beserta Kanit Reskrim dan penyidik yang menangani kasus Metty Oesman dipanggil hari ini.
“Iya dipanggil hari ini untuk dimintai keterangan sampai sejauh mana kasusnya. Lalu juga ini bentuk komitmen bapak Kapolrestabes Surabaya untuk mengayomi masyarakat. Bahwa bapak Kapolres tidak ingin ada masyarakat Surabaya khususnya yang susah,” tegas Haryoko.
Sebelumnya diberitakan beritajatim.com, Seorang nenek di Surabaya mengirim karangan bunga tanda kecewa ke Polsek Mulyorejo,Jumat (19/05/2023) siang. Aksi itu dilakukan lantaran kasus penipuan yang dilaporkan tidak kunjung usai walaupun telah 15 bulan di proses.
BACA JUGA:
Nenek di Surabaya Minta Polsek Mulyorejo Tangani Kasusnya secara Profesional
Karangan bunga didominasi warna hitam dengan tulisan ‘Pak Kapolsek Mulyorejo kok PHP sih ? Katanya hari Senin depan mau periksa saksi ahli pidana dari Unair. Tapi saya cek yang bersangkutan kok belum terima undangan. Salam Presisi’ tersebut datang pada pukul 15.45 WIB di kantor Polsek Mulyorejo. Metty Oesman yang mengirimkan bunga sempat ditemui oleh pihak Polsek Mulyorejo usai mengirimkan karangan bunga itu.
Diwawancarai awak media, Metty Oesman mengatakan, aksi ini sebagai bentuk protes kepada instansi kepolisian yang tak turut menyelesaikan kasus penipuan yang membuat ia merugi Rp470 juta. “Saya menduga ada permainan yang membuat kasus saya berhenti dan tergantung,” ujar Mety Oesman di hadapan awak media, Jumat (19/5/2023).
Metty menambahkan, dirinya sempat tidak diberi SP2HP sebagai hak pelapor untuk mengetahui proses penanganan kasusnya selama 13 bulan. Ia juga mengklaim jika dulu sempat diberi tahu oleh pejabat Polsek Mulyorejo berinisial H jika kasusnya tidak ada unsur pidana karena yang dilaporkan adalah bekas menantunya.
BACA JUGA:
Toko Kelontong Kerap Disatroni Pencuri, Nenek di Surabaya Ini Takut Lapor Polisi
Metty pun semakin kecewa ketika beberapa waktu terakhir dirinya dijanjikan oleh Pihak Polsek Mulyorejo jika kasusnya terus berjalan dengan mendatangkan ahli pidana dari Unair. Namun, ketika Metty mendatangi FH Unair, pihak saksi ahli dari Unair mengatakan belum mendapatkan undangan dan panggilan sebagai saksi ahli di Polsek Mulyorejo.
“Kata pihak Unair, Rabu (17/5/2023) kemarin hanya sms saja penyidiknya. Tapi belum ada konfirmasi jika Senin (22/5/2023) akan ada pertemuan. Sampai saya cek hari ini tidak ada undangan panggilan ke Polsek Mulyorejo. Itu kan berarti pihak Polsek Mulyorejo bohong,” tegas Metty.
Mety berharap agar pihak Polsek Mulyorejo dapat menangani kasusnya dengan profesional sehingga ia juga mendapatkan kepastian hukum terhadap kasusnya. [ang/suf]






