Surabaya (beritajatim.com) – Toko Kelontong milik Sarkonah (68) kerap kali disatroni oleh pencuri. Toko yang berada di Jalan UKA Gang 1 Nomor 7 Surabaya itu setidaknya telah 3 kali mengalami pencurian selama sebulan terakhir. Namun, Sarkonah tidak berani melapor ke pihak kepolisian.
Nenek dengan sembilan cucu ini bercerita jika pelaku pencurian telah mencuri puluhan rokok, tabung elpiji hingga bahan sembako. Aksi pencurian pertama diketahui pada tanggal Jumat (20/04/2023) lalu. Seminggu kemudian pada Jumat (28/04/2023) juga terjadi pencurian. Aksi pencurian kembali terjadi pada Sabtu (13/05/2023).
“Pertama itu setelah dua hari lebaran kehilangan rokok yang di pajang di etalase, selang satu minggu kemudian, rokok sama tiga tabung elpiji. Terus Sabtu (13/5/2023) kemarin pagi ini, pas bangun tidur lihat rokok di etalase hilang semua sama tabung elpiji,” ujar Sarkonah, Minggu (14/05/2023).
Sebelum aksi pencurian ini, Sarkonah mengaku pernah menjadi korban gendam. Nenek di Surabaya yang tinggal hanya bersama satu cucunya tersebut kehilangan 13 tabung elpiji, sejumlah rokok slop, air mineral kemasan kardus dan gula lima kilogram habis digondol pelaku.
“Pelaku gendam itu ninggal ronjotnya. Sampai sekarang masih saya simpan,” imbuh Sarkonah.
Dengan mata berkaca dan suara bergetar, Sarkonah melanjutkan ceritanya. Ia memiliki dua anak yang telah lama berpulang ke pangkuan Tuhan. Ia hanya tinggal bersama cucunya yang masih sekolah dasar.
“Tinggal sama cucu saja, anak saya ada dua tapi sudah meninggal semua. Cucu semuanya kerja luar kota. Kadang satu bulan sekali cucu saya pulang,” lanjutnya.
Nenek yang telah berjualan selama 20 tahun ini menjelaskan jika dirinya takut untuk melaporkan kejadiannya kepada pihak kepolisian. Ia memilih hanya bercerita pada cucunya saja. Bahkan, tetangga di sekitar rumahnya juga jarang mengetahui jika tokonya telah menjadi sasaran maling berulang kali.
“Saya gak tau Nak, gak berani. Ya cuma bilang ke cucu-cucu saya gitu aja. Kalau uang gak pernah dicuri, soalnya dapat untung itu langsung saya belikan bahan-bahan untuk dijual lagi, tapi kok ya dicuri semua,” ceritanya sambil sesenggukan.
https://beritajatim.com/hukum-kriminal/polsek-sukolilo-ringkus-3-residivis-curanmor-15-tkp-di-surabaya/
Sementara itu, Rana Saharani (22) salah satu cucu dari nenek Sarkonah yang kebetulan sedang ada di rumah menduga pelaku berjumlah lebih dari satu orang.
“Dugaan saya lompat pagar, soalnya gak ada yang dirusak kok. Pagar ini kalau dibuka itu berbunyi. Gak mungkin sendirian, pasti ada temannya. Kalau sendirian gak mungkin semulus itu,” tandasnya.
Sementara ditanya kenapa memilih tidak melapor pada pihak yang berwajib, Rani menyebut selain tak berani juga kurangnya alat bukti untuk menguatkan laporan.
“Gak lapor soalnya kita gak punya bukti. CCTV juga gak ada. Harapannya ya semoga ketemu saja orangnya. Kasihan emak saya sudah tua,” pungkasnya. [ang/but]






