Hukum & Kriminal

Terjaring Razia Balap Liar, Pemuda Ini Kena Marah Ibunya

Sejumlah pemuda tampak memasang onderdil sepeda motor mereka saat berada di Polres Tuban.[foto:M Muthohar]

Tuban (beritajatim.com) – Sejumlah pemuda yang ikut terjaring oleh petugas kepolisian Polres Tuban saat pelaksanaan razia Balap Liar di jalan Soekarno-Hatta, Kabupaten Tuban pada Minggu dini hari kemarin saat ini sudah mulai mengambil motor yang diamankan oleh petugas, Selasa (15/6/2021).

Saat mengambil barang bukti sepeda motor yang terjaring saat ada razia, para pemuda harus mengajak orang tuanya serta melengkapi surat-surat dan kelengkapan standar kendaraan. Salah satu orang tua marah kepada anaknya saat mengetahui kondisi sepeda motor anaknya yang terkena razia itu tidak standar.

Pantauan beritajatim.com, sejumlah pemuda tampak melakukan bongkar pasang kendaraan sepeda motor mereka yang akan diambil setelah terkena razia. Para pemuda itu tampak mengganti mulai dari ban, knalpot, memasang spion serta juga kelengkapan kendaraan lainnya.

“Untuk kendaraan sepeda motor yang diamankan saat razia balap liar itu hari ini sudah bisa diambil diganti barang bukti. Namun harus melengkapi semua kelengkapan kendaraan,” terang IPTU Jamhari, Kanit Turjawali Sat Lantas Polres Tuban.

Menurutnya, semua kendaraan sepeda motor yang telah diamankan dalam razia tersebut saat ini sudah dilakukan penindakan dengan ditilang. Sebagian besar kendaraan motor dengan berbagai merek itu kondisinya tidak standar lantaran sebagai onderdil asli sudah dimodifikasi.

“Untuk mengambil barang bukti kendaraan harus dikembalikan sesuai standarnya. Selain itu orang tua yang bersangkutan juga kita datangnya untuk sama-sama memberikan pembinaan pada anak-anaknya,” tambahnya.

Sementara itu, pada saat para pemuda sedang memasang dan menganti onderdil motornya, salah satu dari orang tua pemuda yang motornya terjaring razia itu datang. Melihat kondisi sepeda motor yang tidak standar ibu-ibu langsung memarahi anaknya dan mengancam akan menjual motor jika anaknya masih menggulangi perbuatannya ikut-ikutan melihat balapan liar itu.

“Wis ojo mbok baleni maneh, kapok gak, lek sampek mbok baleni ben didol wae sepedahe. (Sudah jangan kamu ulangi lagi, kapok ngak. Kalau kamu ulangi lagi biar dijual saja sepeda motornya,” ungkap Parimah (45), ibu-ibu yang ikut datang ke Polres Tuban untuk mengambil sepeda motor anaknya yang terjaring razia itu.

Seperti diberitakan sebelumnya, puluhan petugas dari jajaran Polres Tuban melakukan razia balap liar di jalan Soekarno-Hatta, Desa Sugihwaras, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban pada Minggu dini hari kemarin. Dalam razia tersebut, petugas mengamankan puluhan pemuda dan sebanyak 29 sepeda motor yang diamankan ke Polres Tuban.[mut/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar