Iklan Banner Sukun
Hukum & Kriminal

Setelah Membunuh dan Bakar Mayat Korban, ARH Sempat ke Bali Jadi Tukang Pijat

Jember (beritajatim.com) – ARH (33), warga Desa Jelbuk, Kecamatan Jelbuk, Kabupaten Jember, Jawa Timur, sempat ke Bali, setelah membunuh Galau Wahyu Utama (19), mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Jember (Unej) pada medio Februari 2013.

ARH membunuh Galau dengan dibantu MR (35). Ia merampas mobil Honda Jazz milik Galau dan membakar jenazahnya di sebuah lapangan, di Jalan Muhammad Yamin, Kelurahan Tegalbesar, Kecamatan Kaliwates, Jember.

Setelah kejadian, ARH tidak melarikan diri dan tetap berada di rumah. “Mobil hasil pencurian sempat dibawa ke rumah, namun tidak digunakan, hanya ditutupi dengan selimut, sehingga ketika tetangga kanan kiri dan orang tua bertanya, ia mengatakan mobil itu hasil kerjanya. Mobil baru digunakan setelah mengganti plat nomornya. Dia kemudian ke Bali pada 2015 dan bekerja sebagai terapis pijat,” kata Kepala Kepolisian Resor Jember Ajun Komisaris Besar Hery Purnomo, Kamis (24/2/2022).

Polisi menangkap pelaku pada Senin (21/2/2022) dini hari di Bali. “Saat ini kedua orang pelaku ditahan dan menjalani pemeriksaan, dan sedang dalam tahapan pemenuhan pemberkasan,” kata Hery.

Dari pengakuan pelaku terungkap, ARH sering diejek calon mertua saat itu. “Karena yang bersangkutan dianggap tidak memenuhi kemampuan lebih secara ekonomi,” kata Hery.

Tidak mau terus-terusan diejek, ARH pun ingin menunjukkan kepada calon mertua bahwa memiliki pekerjaan dengan penghasilan yang bagus. “Itu dibuktikan dengan mobil Honda Jazz hasil pencurian tersebut,” kata Hery. [wir/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar