Iklan Banner Sukun
Hukum & Kriminal

Sempat Buron, Eks Pejabat Dishubkominfo Kota Pasuruan Akhirnya Ditangkap

Pasuruan (beritajatim.com) – Eks Kabid Angkutan Darat Dishubkominfo Kota Pasuruan Erwin Hamonangan akhirnya dieksekusi oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) setempat. Sebelumnya Erwin sempat menjadi pelarian atau buron atas kasusnya.

Erwin Hamonangan divonis bersalah dalam kasus dugaan korupsi pengadaan Traffic Light di Kota Pasuruan tahun 2012. Yang bersangkutan dijerat hukuman pidana dua tahun enam bulan. Itu tertuang dalam amar putusan hakim Pengadilan Tinggi.

Putusan Pengadilan Tinggi ini menguatkan putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) sebelumnya yang juga memvonis Erwin bersalah.

Kepala Kejari (Kajari) Kota Pasuruan Maryadi Idham Khalid mengatakan, ini adalah langkah Kejaksaan untuk melaksanakan perintah hakim. “Kasus ini sudah berkekuatan hukum tetap (incraht) sejak 2019. Yang bersangkutan sudah kami panggil tiga kali, tapi tidak pernah datang,” kata Kajari, Selasa (5/10/2021) sore.

Dia menjelaskan, setelah mendapatkan salinan putusan pengadilan, pihaknya sudah memanggil Erwin untuk pertama kalinya, yakni pada 15 Agustus 2019. Saat itu yang bersangkutan tidak hadir. Selanjutnya, 8 April 2021, Kejaksaan kirimkan surat panggilan kembali, tapi juga tidak hadir.

Terakhir, kejaksaan mengirimkan surat panggilan pada 12 April 2021. Lagi-lagi, Erwin tidak hadir. Padahal, surat itu diterima langsung oleh istri Erwin. “Saya perintahkan Kasi Intel dan Kasi Pidsus untuk mengeksekusi yang bersangkutan sesuai dengan perintah putusan hakim pengadilan,” jelasnya.

Kajari menerangkan, pengakuan terpidana kepada penyidik, selama ini bekerja di Jakarta, dan memang baru pulang hari ini. “Apapun alasan terpidana, dia (Erwin) bersalah dan harus menjalani pidana sesuai dengan putusan hakim,” lanjut Kajari.

Sebelumnya, Erwin memang sempat mengajukan kasasi karena tidak terima dengan putusan Pengadilan Tipikor yang memvonisnya bersalah. Kasus ini mencuat pertama kali pada 2012. Saat itu, ada dana alokasi khusus (DAK) sebesar Rp 542 juta untuk pengadaan TL di lima titik.

Kelima titik pengadaan TL ini tersebar di Jalan Erlangga, Jalan dr. Wahidin (perempatan RSUD dr. R. Soedarsono), dan sekitar Jalan Slagah. [ada/suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar