Hukum & Kriminal

Selain Rekam Tetangga Mandi lalu Diunggah ke Medsos, Pria Magetan Ini Juga Curi Celana Dalam

Polisi saat mengamankan AW
Polisi saat mengamankan AW (32) warga Desa Nguri, Kecamatan Lembeyan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur di Mapolres Magetan, Rabu (25/01/2023).

Magetan (beritajatim.com) – Pria berinisial AW (32) warga Desa Nguri Kecamatan Lembeyan Kabupaten Magetan, Jawa Timur, diamankan Polres Magetan. AW merekam tetangganya yang mandi dan kemudian video itu diupload ke akun instagram dan facebooknya.

Karena video itu viral, korban pun melaporkan ke polisi pada September 2022. Dari penyelidikan polisi, diketahui pelaku adalah AW yang tak lain adalah tetangga korban sendiri. Tak hanya itu, saat penggeledahan, ada beberapa celana dalam wanita yang diduga adalah milik korban.

Kasat Reskrim Polres Magetan AKP Rudy Hidajanto membenarkan jika pihaknya sudah menangkap pelaku di rumahnya tanpa perlawanan pada 18 Januari 2023. Pada petugas, AW mengaku diam-diam merekam korban yang sedang mandi dan mengunggahnya ke media sosial.

“Pelaku ini merekam lewat sela ventilasi. Kemudian, juga lewat sela tembok dan atap kamar mandi yang hanya ditutup banner. Jadi tangan masuk itu sudah bisa merekam tanpa ketahuhan. Pelaku merekamnya saat malam hari,” kata Rudy dalam press rilis di Gedung Pesat Gatra Polres Magetan, Rabu (24/01/2023).

Setelah merekam korban, pelaku mengunggahnya ke media sosial baik di Facebook dan Instagram. Akun yang digunakan menggunggah itu adalah akun palsu atau fake account. Akunnya pun bisa diakses siapa saja hingga viral dan diketahui korban.

Pun, dia membenarkan jika ditemukan celana dalam milik korban yang diduga dicuri oleh pelaku. Tak hanya satu, tapi belasan celana dalam wanita itu disimpan pelaku di kamarnya. Diketahui, pelaku sudah memiliki istri dan kini tengah hamil. Pun, korban adalah seorang ibu rumah tangga yang memiliki suami dan sudah memiliki seorang anak.

“Karenanya, pelaku diancam dengan Pasal 4 ayat (1) Undang-Undang Pornografi dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara atau denda maksimal Rp6 miliar,” kata Rudy. [fiq/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar