Hukum & Kriminal

Polresta Kediri Komitmen Bersih dari KKN

Kediri (beritajatim.com) — Saat ini dunia mengalami distruption yaitu perubahan besar-besaran yang sangat nyata karena adanya teknologi yang bergerak lebih cepat. Sudah menjadi sebuah keniscayaan bahwa saat ini masyarakat ingin pelayanan yang cepat.

Sehingga dengan pencanangan Zona Integritas ini tentu Polres Kediri Kota akan mengutamakan pelayanan yang sangat prima pada masyarakat. Pencanangan Zona Integritas ini, menunjukkan bahwa pimpinan Polres Kediri Kota memiliki komitmen kuat untuk membawa instansinya bersih dari korupsi dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Itulah yang disampaikan Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar saat menghadiri Sosialisasi dan Pencanangan Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBMM) bertempat di Aula Polresta Kediri, Selasa (15/1/2019).

Abdullah Abu Bakar mengungkapkan dalam era distruption ini membuat seluruh jajaran pemerintahan harus berinovasi. Di Polresta Kediri semua pelayanan sudah online dan sebentar lagi seluruh pelayanan kelurahan di Kota Kediri juga akan online. Melalui pelayanan online tentu masyarakat akan mendapatkan penanganan yang cepat dan sistematis.

“Mengingat terkadang masyarakat kita yang tidak mendapatkan izin untuk mengurus seuatu dari perusahaan tempatnya bekerja. Dengan online seperti ini maka masyarakatpun tetap bisa terlayani dengan aplikasi. Sekarang masyarakat menuntutnya pelayanan cepat dan pelayanan yang VVIP,” ungkap walikota yang populer disapa Mas Abu ini.

Pelayanan dari konvensional ke digital ini memang butuh proses dan tidak bisa cepat, tentu ini menjadi sebuah tantangan karena sebagian orang belum menguasai IT. Untuk itu, Mas Abu mengajak seluruh masyarakat dan instansi pemberi layanan agar selalu mengikuti perkembangan IT. Apalagi saat ini masyarakat tidak lagi menulis di kotak saran untuk memberikan kritik ataupun saran. Tapi difoto dan di tag ke personal langsung.

”Sudah menjadi keharusan bagi kita untuk mengikuti perkembangan IT. Sekarang masyarakat lebih suka memfoto lalu diposting melalui sosial media dan di tag personal ke Bapak Presiden kita dan dari pusat langsung turun untuk mengevaluasi kita. Semudah itu masyarakat dalam memberikan kritik,” jelasnya.

Adapun Kapolresta Kediri AKBP.Anthon Haryadi mengatakan bila Pencanangan Zona Integritas ini berarti Polresta Kediri berkomitmen mewujudkan pelayanan yang bebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme. “Hari ini ada tiga satuan fungsi yang kita canangkan yakni Satuan Lalu Lintas dengan satpasnya, Satuan Intelkam dengan SKCK nya dan e-SPKt. Tujuan nya untuk menuju WBK di 2020,” ujarnya.

Usai menandatangani Pencanangan Zona Integritas, Walikota Kediri Abdullah Abu bakar didampingi Kapolresta Kediri AKBP.Anthon Haryadi meninjau gedung tahanan dan barang bukti (Tahti). Gedung ini merupakan hibah dari Pemerintah Kota Kediri.

Hadir dalam Pencanangan Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK), Wakil Direktur PT Gudang Garam Tbk Slamet Budiono, Kepala Kejaksaan Negeri Kota Kediri Martini, perwakilan Forkopimda Kota Kediri dan Forkopimda Kabupaten Kediri, tokoh agama serta jajaran Polresta Kediri. (nng/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar