Ponorogo (beritajatim.com) – Satreskrim Polres Ponorogo berhasil mengungkap kasus pembunuhan perempuan paruh baya berinisial SW, asal Desa Jurug Kecamatan Sooko Ponorogo. Pelaku pembunuhan tak lain adalah teman dekat korban yang bernama Pairun (57).
Naasnya, Pairun diketemukan dalam keadaan meninggal dunia. Warga Dusun Kayen Desa Krebet Kecamatan Jambon itu mengakhiri hidup dengan gantung diri di sebuah kebun di Jalan Serakung Kelurahan Purbosuman. Bahkan saking lamanya, kepala dan tubuhnya terputus. Bagian kepala pelaku masih tergantung di pohon, sedangkan tubuhnya sudah berada di tanah.
“Pelaku pembunuhan terhadap korban SW, sudah diungkap. Pelaku Sairun ditemukan dalam keadaan meninggal dunia gantung diri,” kata Kapolres Ponorogo AKBP Catur Cahyono Wibowo, Senin (24/04/2023).
Catur menjelaskan bahwa terungkapnya pelaku ini, berawal saat salah satu warga hendak memanen pisang di kebunnya. Nah, saat itu dirinya menciup bau busuk. Setelah ditelusuri, ternyata Ia menemukan ada kepala yang tergantung di pohon. Ia mendekat, tubuhnya berada di bawah pohon, tempat kepala itu tergantung. “Warga langsung melaporkan ke polisi,” katanya.
BACA JUGA:
https://beritajatim.com/hukum-kriminal/buru-pembunuh-perempuan-di-ponorogo-polisi-terjunkan-anjing-pelacak/
Petugas kepolisian pun langsung menindaklanjuti ke lokasi kejadian. Jenazah pun langsung dibawa ke ruang jenazah RSUD dr. Harjono Ponorogo. Tim inafis dari Polres Ponorogo pun diterjunkan. Petugas pun melakukan pengambilan sidik jari. Dari identifikasi sidik jari jenazah itu, didapatkan hasil bahwa sesuai dengan data yang sudah terdaftar sebagai Pairun.
Terduga pelaku penusukan yang berujung kematian perempuan paruh baya berinisial SW. Tidak hanya dari identifikasi sidik jari, petugas kepolisian pun juga mengkonfirmasi dengan saksi yang sebelum kejadian penusukan berinteraksi dengan pelaku. Didapati ciri-ciri yang sama antara pelaku dengan jenazah gantung diri tersebut. Yakni memakai jaket biru dan sandal berwarna oranye.
“Selain identifikasi jari yang menyatakan hasilnya 100 persen sama dengan terduga pelaku. Saksi juga menyatakan bahwa jaket dan sandal orang gantung diri itu, sama dengan milik Pairun. Dengan demikian, kasus pembunuhan perempuan di Ponorogo ditutup. Pelaku sudah diungkap dalam keadaan meninggal dunia,” pungkasnya.
Untuk diketahui sebelumnya, perempuan paruh baya bersimbah darah di bekas pembakaran sampah di timur Lapangan Kodim 0802 Ponorogo pada hari Minggu (16/04) dini hari lalu. Perempuan itu diketahui berinisial SW (50), ditemukan ditemukan pertama kali oleh anaknya sendiri, dalam keadaan masih hidup.
Menurut keterangan dari anaknya yang sudah di TKP, saat ditemukan korban sudah dalam tergeletak. Saat itu, korban sempat menelepon anaknya untuk meminta bantuan. Setelah anaknya tiba di lokasi, anak korban meminta warga yang lewat di lokasi untuk menghubungi Polsek Ponorogo Kota. (end/kun)






