Sidoarjo (beritajatim.com) – Aksi demo warga Deda Sidokepung Buduran Sidoarjo yang menutup pelayanan di kantor desa setempat berbuntut panjang. Karena dalam aksinya, diduga ada oknum warga yang melakukan tindakan berlebihan.
Fikri Arie Utomo salah satu perangkat desa ada yang mengalami luka dan mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit. Perangkat tidak terima ulah warga tersebut, mengadu ke Polresta Sidoarjo.
Kepala Desa (Kades) Sidokepung Hj. Elok Suciati membenarkan Fikri Arie Utomo perangkat desa bidang perencanaan mengalami luka akibat ulah dari oknum warga yang bertindak belebihan dalam menyuarakan aksi demo di balai desa.
“Kaur Perencanaan Fikri sekarang menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Dugaan ada tindakan kekerasan yang dilakukan oleh oknum saat berdemo. Terkait kasus tersebut, sudah dilaporkan di Polresta Sidoarjo. Bahkan korban sudah menjalani visum,” ucapnya Jumat (5/5/2023).
Berdasarkan laporan pengaduan masyarakat nomor : LP-B/218/IV/2023/SPKT/POLRESTA SIDOARJO/POLDA JAWA TIMUR. Yang bersangkutan korban Fikri Arie Utomo, saat itu sekitar jam 10.00 WIB, berada di ruang pelayanan, tiba-tiba didatangi 5 orang warga.
Warga lalu menggebrak meja sambil teriak-teriak, beberapa warga dikenali oleh korban, diantaranya Muhammad Sunaryono dan Zainul. Sempat melakukan pemukulan, bahkan rekan korban atas nama Saiful juga ikut dikeroyok. Akibat kejadian tersebut korban Fikri Arie Utomo dan saksi Saiful selanjutnya melapor ke Polresta Sidoarjo untuk proses penyelidikan lebih lanjut.
Untuk diketahui pada tanggal 7 April 2023, Kades Elok Suciati sudah membuat surat pernyataan kesediaan kelanjutan program PTSL Desa Sidokepung, dari sebelumnya program PTSL batal digelar karena tiba-tiba tanpa alasan jelas, berkas di tarik oleh BPN Sidoarjo dan turun SK pembatalan dari Kepala BPN Sidoarjo.
https://beritajatim.com/peristiwa/viral-ajakan-kepung-kantor-desa-sidokepung-sidoarjo/
Setelah ada pertemuan dengan forkopimka soal kelanjutan program PTSL, akhirnya BPN Sidoarjo bersedia menggelar kembali program tersebut.
Aksi massa demo dan menutup pelayanan Desa Sidokepung, menurut Hj. Elok dinilai berlebihan. Ia menduga massa ada yang sengaja menggerakkan karena sakit hati tidak terpilih. Bahwa program PTSL ini visi misinya calon tak terpilih tersebut.
“Padahal program PTSL seperti diketahui semua orang adalah program pemerintah pusat proses pengajuanya melalui BPN di wilayah masing-masing,” urainya.

Elok menjelaskan, belajar dari kasus PTSL yang pernah ada dan menyeret kadesnya, dirinya sangat berhati-hati dalam menjalankan program pengurusan sertifikat massal ini. “Makanya kita di Pemdes tidak diperbolehkan mengurus proses jual beli biar ke notaris saja, hal tersebut sudah sesuai arahan dari Bapak Wabup Subandi,” tukasnya.
Terpisah kepada wartawan, Elly koordinator aksi demo warga dalam pengakuanya mengatakan aksi demo dilandasi karena PTSL sempat dihentikan. Merasa kesal di kantor desa tidak ada yang bisa diklarifikasi, mereka lantas menuju kantor Kecamatan Buduran.
Diberitaka sebelumnya, beredar pesan di WhatsApp Group di desa soal ajakan atau seruan mendatangi Balai Desa Sidokepung Kec. Buduran. Mereka datang dan memblokir ruang pelayanan, dan sampai melakukan penggembokan terhadap pintu di balai desa tersebut.
Kamis (4/5/3023), juga beredar Video berdurasi 57 detik yang menunjukkan sejumlah orang sedang adu mulut dengan seorang perempuan berkerudung hitam. Suara di vedeo itu menyebut, “Warga antusias lur, balai desa diambil alih, ditutup karo warga, balai desa ditutup karo warga Sidokepung lur”. (isa/ted)






