Iklan Banner Sukun
Hukum & Kriminal

Pengedar Ganja di Kota Malang Keok Didor Petugas BNN Jawa Timur

Haidar dan Adi, Tersangka saat dirilis bersama kasus narkotika lain di BNNP Jatim

Surabaya (beritajatim.com) – Haidar Gilang, warga Dusun Jereng Timur, Desa Gugut, Rambipuji, Jember dan Aji Handoko, warga Jalan Husni Thamrin, Klojen, Malang keok di tangan petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Timur. Itu setelah mereka ketahuan menerima dan memiliki 14,9 kilogram ganja. Karena melawan saat akan ditangkap, Aji Handoko, harus mendapatkan hadiah timah panas di kaki kirinya, Sabtu (14/5/2022).

Kepala BNNP Jatim Brigjenpol M Aris Purnomo mengungkapkan, penangkapan tersebut bermula dari informasi yang diberikan BNNP Sumatera Utara. Dalam informasinya, ada 15 kilogram ganja yang dikirimkan melalui ekspedisi ke Kota Malang.

Petugas yang mendengar langsung melakukan penyelidikan. “Yang mengambil di Ekspedisi ini si Haidar, setelah diantarkan nanti bertemu dengan Aji Handoko di Lapangan Bandulan, Sukun, Kota Malang,” ujar M Aris, Minggu (22/5/2022).

Petugas yang telah menangkap Haidar di tempat Ekspedisi lantas bersama-sama menggunakan mobil Grand Max yang biasa digunakan mengirim ganja ke Aji. Saat tiba di Lapangan Bandulan, Aji yang tak mengetahui rekannya telah diawasi anggota BNN Jatim langsung mendekat dan melakukan transaksi.

Saat paket berpindah tangan, anggota di lapangan lantas melakukan penangkapan penangkapan terhadap Aji. Namun sayang, Aji malah melawan dan mendapatkan tembakan di kaki kirinya. “Petugas terpaksa melakukan tindakan tegas terukur karena pelaku melarikan diri dan membahayakan petugas di lapangan,” imbuh Aris.

Dari pengakuan tersangka, mereka sudah 5 kali menerima paket ganja yang akan dijual kembali di wilayah Kota Malang. Mereka mengaku, barang haram tersebut diambil dari P yang saat ini masih buron. Sedangkan perintah untuk mengambil ganja dilakukan oleh S yang saat ini masih melarikan diri.

Selain menyita 14,9 kilo ganja kering siap edar, anggota BNNP Jatim juga menyita satu unit Handphone, satu mobil Grandmax dan satu Yamaha Mio yang digunakan menjadi sarana. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kedua tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) Subs Pasal 111 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana 20 tahun penjara. [ang/suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar