Hukum & Kriminal

Pembunuhan Anggota Fatayat, Terdakwa Divonis 14 Tahun Penjara

Kediri (beritajatim.com) – Pengadilan Negeri Kabupaten Kediri menjatuhkan vonis 14 tahun penjara kepada Sugeng Riyadi, terdakwa kasus pembunuhan sadis terhadap Binti Nafiah, anggota Fatayat NU Badas, Kabupaten Kediri. Pria 40 tahun tersebut dinyatakan terbukti melanggar pasal 365 KUHP tentang pencurian pemberatan yang mengakibatkan korban meninggal dunia.

Sidang putusan sendiri berlangsung di PN Kabupaten Kediri, Rabu (4/12/2019). Terdakwa didampingi kuasa hukumnya, Wijono, SH. Hadir pulang JPU Iwan dan para keluarga terdakwa. Majelis hakim yang dipimpin oleh Agus Cahyono Hendra menjatuhkan vonis 14 tahun penjara kepada terdakwa. Putusan ini lebih ringan dari tunutan JPU 15 tahun penjara.

Sementara itu dalam memutuskan hukuman tersebut, hakim menerangkan hal yang memberatkan terdakwa, karena pernah menjalani hukuman dan menikmati hasil perbuatannya. Sedangka hal yang meringankan, terdakwa merupakan tulang punggung keluarga.

Majelis hakim memberikan kesempatan terdakwa untuk berkonsultasi dengan kuasa hukumnya. Pria asal Dusun Semanding, Desa Tertek, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri tersebut kemudian menyatakan berfikir terlebih dahulu selama 7 hari. Sidang kemudian ditutup oleh majelis hakim.

Usai menerima vonis, terdakwa kemudian keluar ruangan untuk menemui keluarganya. Orang yang pertama kali dihampiri adalah anaknya. Sugeng mencium putrinya, kemudian memeluk istri dan anaknya yang tengah mengalami sakit. “Aku ora nglakoni kui. (baca: aku tidak melakukan pembunuhan itu),” kata Sugeng sambil menangis di pelukan keluarganya. Sementara istrinya terus memberikan dukungan kepada sang suami. “Sing sabar pak,” katanya sembari menangis.

Tak lama berselang petugas dari kejaksaan membawa Sugeng menuju ke ruang tahanan di pengadilan. Sementara istri dan keduanya anaknya terus menangis. Mereka mempercayai apabila terdakwa tidak melakukan pembunuhan terhadap korban.

Wijono, SH, penasihat hukum terdakwa mengatakan, putusan tersebut membuat terdakwa dan keluarganya syok. Mereka tidak mengira, majelis hakim akan menjatuhkan hukuman berat tersebut. Menurut Wijono, sejak awal terdakwa membantah melakukan perbuatan itu.

Kemudian atas pertimbangan perbedaan alat bukti yang diajukan oleh JPU dan keinginan terdakwa untuk mencari keadilan, Wijono menyatakan, apabila kliennya berniat menempuh upaya hukum banding. “Sejak awal terdakwa membantah melakukan pembunuhan. Kami berencana mengajukan banding,” ucap Wijono bersama timnya.

Kasus pembunuhan terhadap Binti Nafiah terjadi pada 9 Juni 2018. Korban ditemukan meninggal dunia dengan luka di bagian kepala di toko kelontong depan rumahnya. Hampir satu tahun lamanya kasus tersebut tidak terungkap. Akhirnya Polsek Pare mengumumkan pelaku pembunuhan adalah Sugeng Riyadi, warga Dusun Pulosari, Kelurahan Pare, Kabupaten Kediri.

Sugeng Riyadi diringkus oleh petugas dalam kasus pencurian. Namun, setelah dilakukan interogasi, yang bersangkutan mengakui melakukan aksinya di rumah korban. Bahkan, selain menghilangkan nyawa korban, pelaku juga dituding mengambil barang-barang milik korban.

Kasus pembunuhan terhadap Binti Nafiah yang notabene anggota Fatayat NU Badas ini sempat menyita perhatian publik. Bahkan, ormas Ansor dan Banser sempat turun jalan untuk menyuarakan tuntutan kepada kepolisian agar segera mengungkap kasus tersebut, dan menangkap pelaku sebenaranya. Sebab, dari pihak keluarga korban sendiri tidak yakin dengan pelaku Sugeng Riyadi. [nng/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar