Hukum & Kriminal

Modus Berikan Tethering Hospot, Pria Ini Tega Setubuhi Anak

Kapolres Ponorogo AKBP. Mochammad Nur Azis saat rilis kasus persetubuhan dan pencabulan dibawah umur. (Foto/Istimewa)

Ponorogo (beritajatim.com) – Aksi persetubuhan dan pencabulan kembali terjadi di Ponorogo. Untuk kesekian kalinya, korbannya adalah bocah dibawah umur. Melati (nama samaran), bocah 8 tahun itu menjadi korban aksi bejat tetangganya yang bernama Hr (41). Ironisnya, perbuatan itu terjadi di rumah korban di Kecamatan Jenangan yang saat itu kondisinya sepi.

“Pelaku Hr melakukan persetubuhan terhadap korban 3 kali di rumah korban. Pada bulan Oktober dan Desember 2020 lalu,” kata Kapolres Ponorogo AKBP. Mochammad Nur Azis, Senin (18/1/2021).

Aksi bejat itu dilakukan di ruang tamu rumah korban. Saat itu, bapak korban sedang keluar rumah. Sedangkan nenek korban sedang membuat kue di dapur. Karena sudah sering ke rumah korban, sehingga membuat pelaku hafal dan bisa membaca situasi rumah.

Saat situasi sepi, Hr langsung melancarkan bujuk rayunya terhadap Melati. Modus yang dilakukan dengan menawarkan pelaku ke korban tethering hotspot internet. Mulanya, korban di pipi diam saja, sehingga membuat pelaku punya hasrat untuk melakukan persetubuhan terhadap korban.

Aksi bejat itu terbongkar oleh nenek korban. Saat ke ruang tamu, neneknya mendapati pelaku dan korban sedang membenahi celana masing-masing. Keesokan harinya, nenek menanyai korban dan menceritakan perbuatan yang dilakukan Hr kepadanya.

“Korban akhirnya mengaku ke neneknya tentang perbuatan pelaku selama ini kepadanya. Korban diiming-imingi tethering hotspot internet,” katanya.

Atas perbuatan bejat Hr, Dia terancam pasal persetubuhan anak. Yakni pasal 76 D junto 81 atau pasal 76 E junto 82 UU RI no 17 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI no 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak. Dengan ancaman hukuman paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun. Serta denda paling banyak Rp 5 miliar.

“Pelaku terancam hukuman paling singkat 5 tahun kurungan penjara dan paling lama sampai 15 tahun kurungan penjara,” pungkasnya. (end/ted)



Apa Reaksi Anda?

Komentar