Iklan Banner Sukun
Hukum & Kriminal

Launching Cafe Langgar Prokes Covid-19, Polisi Periksa Anak Kades

Video pesta orkes yang dilakukan oleh anak Kepala Desa Gading, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang. Foto : Brama Yoga/Beritajatim.com

Malang (beritajatim.com) – Video pelanggaran potokol kesehatan (prokes) di Kabupaten Malang viral. Dalam video tersebut, memperlihatkan pesta orkes dengan kerumunan itu diduga dilakukan oleh salah satu anak Kepala Desa di Kabupaten Malang berinisial YES.

Berdasarkan hasil penelusuran, pesta orkes dangdut itu terjadi di kawasan Desa Gading, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang. Camat Bululawang, Mardianto membenarkan kejadian ini. Menurutnya pesta itu terjadi pada 3 Agustus lalu.

“Pelaksananya adalah anaknya Pak Suwito, Kepala Desa setempat, dalam rangka pesta peletakan batu pertama pembangunan cafe,” ungkap Mardianto, Sabtu (7/8/2021).

Atas peristiwa itu, Mardianto bersama Suwito (Kades sekaligus ayah YES) turut dipanggil Inspektorat Kabupaten Malang untuk menyampaikan klarifikasi. Suwito dan saksi-saksi juga sudah diperiksa hingga Sabtu (7/8/2021) siang ini.

“Saya juga dipanggil Inspektorat. Padahal, saya tidak tahu menahu terkait peristiwa itu, juga tidak ada laporan kepada saya. Saya baru tahu besoknya, pasca acara pesta tersebut,” akunya.

Sementara itu, Inspektur Kabupaten Malang, Tridiyah Maistuti mengatakan atas pengakuan Suwito bahwa Suwito selaku kepala desa tidak mendapatkan surat izin secara tertulis, tapi hanya secara lisan dari anaknya.

“Tapi Pak Suwito ini juga hadir dalam acara itu. Menurut pengakuannya awal dimulai acara itu masih menerapkan prokes, tapi berselang kemudian tidak,” tuturnya.

Atas peristiwa itu, Suwito saat ini juga dipanggil oleh Polres Malang untuk dilakukan pemeriksaan. “Kami tetap menghormati dan mengikuti proses hukum yang berlaku. Karena Kepala Desa itu juga seharusnya mempertanggungjawabkan peristiwa itu,” ujarnya.

Tridiyah juga tidak memungkiri bahwa resiko terburuk adalah ancaman pencopotan jabatan bagi Suwito apabila nantinya dikenai sanksi pidana oleh Polres Malang.

“Bisa saja dikenai sanksi pidana dan pencopotan jabatan sesuai ketentuan Undang-undang (UU) Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan, UU Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular. Tergantung dampak dan hasil pemeriksaan Polisi nanti,” tutupnya.

Terpisah, Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Malang AKP Donny Kristian Baralangi menuturkan, pihaknya sudah memeriksa 11 orang saksi hingga siang ini. Pihaknya mengaku geram akan terjadinya kerumunan yang diduga melanggar Prokes Covid-19 itu.

“Dalam tayangan video tersebut banyak yang tidak memakai masker. Kami akan proses sesuai hukum yang berlaku. Sejauh ini, kita masih lakukan penyidikan dengan nemanggil seluruh saksi dalam acara tersebut,” tegasnya.

Donny menambahkan, kerumunan yang tak sesuai Prokes itu bisa melanggar UU nomer 6 tahun 2018 tentang kekarantinaan kesehatan. “Ancaman kurungan penjara satu tahun. Kami juga akan lakukan tes Swab bagi siapapun yang ikut dalam kerumunan tersebut secepatnya,” pungkas Donny. (yog/kun)


Apa Reaksi Anda?

Komentar