Bangkalan (beritajatim.com) – Sejumlah kios yang diduga menjadi tempat praktik prostitusi di dalam area terminal Bancaran terpaksa ditutup dan disegel oleh jajaran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kabupaten Bangkalan. Penutupan lantaran masih beroperasi di bulan suci Ramadhan.
Kepala Satpol-PP Bangkalan mengatakan, penertiban dilakukan karena adanya laporan masyarakat yang mengeluhkan adanya aktifitas prostitusi di tempat tersebut. Sehingga, pihaknya melakukan penutupan kios karena sudah tidak berfungsi dengan baik.
“Kami tutup karena memang melakukan kegiatan usaha yang melanggar aturan. Kami tidak menghalangi siapapun melakukan usaha selama itu positif,” terangnya, Minggu (26/3/2023).
Sementara itu, perwakilan pondok pesantren Sebanih, Bangkalan, Muhammad Khalid Mahsus mengatakan dirinya telah lama terganggu dengan adanya aktifitas tersebut. Bahkan, adanya dugaan praktik prostitusi itu banyak dikenal oleh masyarakat luar Bangkalan.
“Beredarnya kabar tempat prostitusi itu telah mencoreng Kabupaten Bangkalan. Kegiatan di dalam kios-kios ini juga sudah tidak sesuai dengan norma agama dan melanggar aturan pemerintah,” imbuhnya.
Ia berharap, kegiatan prostitusi tidak ada lagi di Bangkalan. Tak hanya pada bulan Ramadan saja, tapi selamanya. Pihaknya juga akan mengawasi tempat tersebut bersama masyarakat sekitar.
BACA JUGA:
Narkoba dan Prostitusi Jadi Sasaran Operasi Pekat Semeru Polres Pamekasan
Prostitusi Online Surabaya, Gadis Usia 15 Dijual Lewat MiChat oleh Warga Romokalisari
Bebaskan Desa Awang-Awang dari Prostitusi, Ini yang Dilakukan Pemkab Mojokerto
Diketahui, terminal Bancaran telah lama tidak beroperasi. Kondisi sepi itulah yang dimanfaatkan sejumlah orang untuk membuka praktik prostitusi di tempat tersebut. Tak hanya menyediakan Pekerja Seks Komersial (PSK), di kios-kios juga menyediakan minuman keras.
Saat malam hari, area luas terminal itu sering disinggahi oleh truk-truk dari berbagai macam daerah yang hendak menuju ke arah utara. Biasanya pengemudi akan memarkirkan truknya di dalam terminal tersebut. [sar/but]






