Hukum & Kriminal

Kakek Suharso Nekat Bacok Tetangga Gara-gara Jemur Kasur

Surabaya (beritajatim.com) – Suharso, kakek kelahiran 62 tahun silam ini mengakui perbuatannya dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Kamis (11/6/2020).

Suharso mengaku bahwa dia nekat membacok korban, Joke Widjajanti lantaran kerap menjemur kasur busa di halaman rumahnya. “Padahal, saya sudah memperingatkan korban agar tak menjemur kasur di halaman rumah saya,” ujar Terdakwa, Kamis (11/6/2020).

Sementara Jaksa Penuntut Umum (JPU) Hasan Efendi dari Kejari Tanjung Perak Surabaya mendatangkan dua saksi yakni Joke Widjajanti alias Yoke (72), korban pembacokan dan Sanny (46) anak kandung Joke, yang juga mengaku sebagai korban aksi pembacokan yang dilakukan Suharso.

“Saya dibacok. Dibacok pakai parang. Kepala saya kena (Sabet), kemudian saya tangkis pakai tangan,” ujar Joke, Nenek yang juga tetangga Suharso, menerangkan di ruang Sidang PN Surabaya.

Akibat sabetan Parang itu, Joke mengaku mendapat 8 jahitan di bagian kepala, ia juga sempat dirawat di Rumah Sakit selama tiga hari dengan menghabiskan biaya sekitar 9 juta rupiah.

Sementara, Sanny mengaku mendapat luka di bagian tangan. Ia mengaku menghabiskan biaya sebesar Rp 3 juta untuk biaya pengobatan di Rumah Sakit.

Sebelum kejadian pembacokan itu, Sanny menceritakan bahwa terdakwa Suharso pernah dilaporkan oleh Joke ke Polisi, gara -gara barang jemurannya (Kasur) disiram menggunakan air selokan oleh Suharso. “Sering gitu, kadang-kadang rumah dilempar sama batu,” kata Sanny.

Adapun demikian, keterangan Sanny itu dibantah oleh Suharso. Ia menyatakan tidak membacok Sanny dan hanya membacok Joke. Luka yang dialami Sanny menurut Suharso akibat terjatuh bukan akibat sabetan parang miliknya.

Keterangan Sanny dianggap Suharso sebagai keterangan yang tidak benar di muka persidangan. “Saya gak bacok dia (Sanny), yang saya bacok ibunya. Kalau anaknya gak saya (bacok) pak,” kata Suharso, di hadapan hakim ketua Martin Ginting.

Sedangkan aksi pembacokan yang ia lakukan pada Joke, diakuinya dan menyatakan bertanggung jawab atas perbuatannya itu. “Saya bacok dua kali, yang pertama bagian di belakang, yang kedua di kepala,” kata Suharso.

Aksi pembacokan yang dilakukan Suharso itu dilakukan pada awal Februari 2020. Setelah kejadian itu, Suharso ditangkap oleh Polisi. Perkara Suharso itu berlanjut ke ranah hukum pengadilan, oleh JPU, Suharso dijerat dengan dakwaan melanggar pasal 351 KUHPidana tentang penganiayaan. [uci/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar