Hukum & Kriminal

Hutang Piutang Berubah Jadi Jual Beli, Korban Lapor Polda Jatim

Surabaya (beritajatim.com) – Merasa ditipu dengan perjanjian hutang piutang yang kemudian berubah menjadi jual beli, H. Sugianto pemilik asset senilai Rp 62 Miliar atas dua obyek tanah dan bangunan di Simo Mulyo dan Simo Kalangan resmi melaporkan dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan di Mapolda Jatim.

Pelapor dalam hal ini diwakili oleh Kuasa hukumnya Ismet dan Subagyo SH. Sedangkan yang dilaporkan adalah JW  (39) yang tinggal di  Kelurahan Babatan, Kecamatan Dukuh Pakis, Surabaya.

“Kami resmi melaporkan atas dugaan penipuan dan penggelapan tanah, dimana atas nama klien kami Haji Sugianto, yang dilaporkan (adalah) JW Dkk,”terang Ismet, di gedung Mapolda Jatim, Senin (26/8/2019).

Dalam keterangannya, Ismet memaparkan, awal mula kasus ini diawali hutang piutang sebesar Rp  2,5 Miliar antara H Sugianto dan JW.

Adapun demikian, tambah Ismet. Hutang piutang tersebut direkayasa dengan cara membuat akte Pengikatan Ikatan Jual Beli (PIJB) yang disertai pernyataan kuasa jual dari H Sugianto kepada JW.

Uang Rp 2,5 miliar itu ditransfer oleh terlapor kepada H Sugianto dengan memuat berita acara seolah-olah sebagai bukti telah terjadi pelunasan pembelian tanah sebesar Rp 10 miliar, atas obyek tanah dan bangunan SHM Nomer 1072, dan SHM No 7811 di Kelurahan Simomulyo yang terletak di Jalan Simo Kalangan II / 185 dengan total luas kurang lebih 5.700M2.

H Sugianto yang tidak mengetahui hal itu, kemudian hendak melunasi uang Rp 2,5 milar kepada JW. Akan tetapi dua obyek tanah miliknya tersebut telah berpindah tangan kepada orang lain, yakni Hendra Thie Mailattu (36) yang tinggal di Apartemen Via dan Vue Ciputra World 320, RT 008 RW 006 Kelurahan Gunungsari, Kecamatan Dukuh Pakis, Kota Surabaya

“BPN memberikan keterangan bahwa tanah itu sudah pindah tangan. Padahal, uang Rp. 2,5 Milair itu cuma utang. Kalau memang ada transaksi jual beli Rp 10 Miliar sisanya (uangnya) mana??”ujar Ismet.

Ismet menduga, keterangan pelunasan pada bukti transfer itu dijadikan oleh terlapor sebagi alat transaksi di notaris untuk mengalihkan dua obyek SHM milik Pelapor menjadi milik HT tanpa sepengetahuan H Sugianto.

Lebih dari itu, Hendra kemudian mengalihkan atau menjual kedua bidang tanah tersebut kepada seseorang bernama Stanley Radita dengan AJB yang dibuat di Notaris PPAT Radina Lindawati S.H.,M.Kn.

Atas kejadian tersebut, H Sugianto merasa dirugikan dan melaporkan JW Dkk, ke Polisi dengan Laporan yang diregister dengan Nomer PB/729/VIII/2019/UM/Jatim pasal 372 dan 378 KUHP tentang penipuan dan penggelapan.

Sesuai dengan nilai obyek, H. Sugianto merasa dirugikan sebesar Rp 62 Miliar. [uci/ted]



Apa Reaksi Anda?

Komentar