Hukum & Kriminal

Cabai Dicat, Suryati: Uang Dikembalikan, Saya Diminta Buang Barang Bukti

Banyuwangi (beritajatim.com) – Suryati warga Desa Karetan, Kecamatan Purwoharjo, pembeli cabai rawit yang diduga dicat mengaku pasca viralnya video di sosial media, cucunya sempat diminta membuang sisa cabai yang berwarna oranye itu. Bahkan uang pembelian dari pedagang keliling juga dikembalikan.

“Iya, kemarin ke sini lagi pedagangnya, saya kasih tau malah suruh buang cabainya. Kemudian uangnya mau dikembalikan,” jelas Suryati.

Tapi, kata Suryati, dirinya dilarang oleh cucunya bernama Agung Prasetyo Hadi. Kemudian, sisa cabai itu disimpan di dalam kulkas.

“Sama si Agung tidak boleh, saya mau buang saja. Soalnya gara-gara itu malah jadi ramai. Tapi malah dilarang kulkasnya digembok,” katanya.

Namun, akibat kejadian itu Suryati tambah khawatir. Karena salah satu cucunya itu justru dibawa polisi.

“Iya kemarin malam ke sini, sekitar jam 11 diajak oleh orang yang mengaku polisi. Ada empat orang begitu,”

“Awalnya nggak percaya kalau mereka dari Polisi. Cucu saya juga memaksa identitas mereka. Setelah yakin akhirnya dia mau,” katanya.

Tidak hanya cucunya bernama Agung Prasetyo Hadi, tapi juga sang istri ikut dibawa juga. “Ya mereka datang itu tanya soal video di facebook itu. Kemudian ditunjukkan sisa lombok dan wajannya. Kemudian mereka memeriksa dapur. Ya barang buktinya dibawa juga,” imbuh nenek 73 tahun itu.

Terhitung sejak Sabtu (20/3/2021) malam dua orang anggota keluarganya itu belum pulang. Keluarga di rumah sempat khawatir karena mereka takut keduanya mendapat perlakuan tidak baik.

“Ya sudah kasih kabar kalau masih di sana. Aku ini khawatir kalau ada apa-apa. Cucu saya tidak salah, kenapa dibawa polisi?,” ungkapnya.

Sebelumnya, cabai rawit diduga diberi pewarna atau dicat viral melalui unggahan video di sosial media. Dalam video tersebut menyebutkan adanya kejadian cabai digoreng warnanya tiba-tiba berubah menjadi oranye. [rin/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar