Iklan Banner Sukun
Hukum & Kriminal

Bunuh Bagus Prasetya Lazuardi, ZI Bikin Syok Keluarga karena Harmonis dengan Istri

Polisi membawa ZI diduga pelaku pembunuhan ke semak-semak untuk melakukan reka adegan. Pelaku diduga ayah tiri dari T pacar Bagus Prasetya Lazuardi

Surabaya (beritajatim.com) – Hubungan Ziath Ibrahim Bal Biyd (ZI) dengan isteri dikenal sangat harmonis. Makanya, pihak keluarga tampak shock saat mengetahui bahwa ZI menjadi tersangka pembunuhan mahasiswa kedokteran sebuah kampus terkemuka di Malang, Bagus Prasetya Lazuardi (25).

Hal itu diungkapkan Kanit III Subdit III Jatantas Ditreskrimum Polda Jatim Kompol Trie Sis Biantoro. Dalam kesehariannya, pernikahan ZI dengan isterinya SL tidak ditemukan adanya permasalahan atau konflik. Ketika di pengujung proses penyelidikan dan penyidikan kasus tersebut menghasilkan kesimpulan bahwa sosok Ziath Ibrahim, figur ayah dan suami dalam keluarga SL dan TS itu, sebagai tersangka, keduanya sontak shock.

“(Kualitas hubungan) biasa saja, sehingga saat si suaminya ini jadi tersangka, ya shock itu,” ujarnya pada awak media Jumat (22/4/2022).

Apalagi sosok tersangka, selama ini, atau sebelum terlibat kasus pembunuhan tersebut, belum pernah memiliki catatan kepolisian apapun.

“Kejahatan lain, belum pernah. Baru pertama ini,” ungkap mantan Kabag Ops Polres Sidoarjo itu.

Sosok SL juga diketahui hanya berstatus ibu rumah tangga.

Senin (18/4/2022) kemarin, ia bersama anaknya TS, ditemani seorang kerabat, menjalani pemeriksaan lanjut penyidikan kasus pembunuhan tersebut. Karena, sebelumnya, proses penyelidikan awal atas kasus tersebut, telah dimulai oleh Satreskrim Polres Pasuruan.

SL istri tersangka, beserta anak tiri tersangka, TS telah diperiksa sebagai saksi.

Sekadar diketahui, Bagus Prasetya Lazuardi merupakan seorang mahasiswa aktif yang berkuliah di jurusan kedokteran sebuah kampus terkemuka di Malang.

Dia ditemukan meninggal pertama kali oleh para saksi dan penyidik kepolisian, di lahan kosong, Dusun Krajan, Purwodadi, Pasuruan, pada Selasa (12/4/2022). Mayat dokter muda ini ditemukan dalam keadaan kondisi kulit tubuh berubah warna menjadi menghitam.

Kemudian, terdapat beberapa bercak darah yang telah kering membekas di tangan kirinya.

Saat diidentifikasi oleh Tim Inafis Polres Pasuruan, diduga kuat, korban tewas karena dibunuh. Hal itu ditengarai dari posisi letak mayat pertama kali ditemukan.

Yakni ditutupi semak-semak, yang diduga bertujuan untuk mengaburkan keberadaan mayat. Sepintas hanya terlihat dan tangan dan kaki sebagian dari kejauhan.

Mayat masih mengenakan pakaian lengkap. Memakai jaket hitam, dan celana jeans hitam. Kemudian arloji yang melingkar di pergelangan tangannya, sabuk, serta uang tunai Rp 150 ribu.

Sedangkan barang berharga lainnya; mobil dan ponsel, tidak ditemukan di lokasi penemuan mayat.

Tiga hari setelah jenazah ditemukan langsung teridentifikasi. Polres Pasuruan, Polres Malang Kota, dan Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim melakukan penyelidikan dan berhasil menemukan keberadaan mobil korban di sebuah kawasan area parkir ruko, kawasan Singosari, Malang, pada Jumat (15/4/2022).

Masih di hari yang sama, tersangka akhirnya dapat teridentifikasi, kemudian dilakukan penangkapan tanpa perlawanan, saat berada di rumahnya, di Jalan Halmahera II, Kelurahan Sukoharjo, Kecamatan Klojen, Kota Malang.

Motif tersangka karena ingin menguasai harta benda korban, yakni tabungan di dalam ATM dan mobil korban yang berniat dijual.

Sedangkan, motif lainnya, tersangka cemburu dengan kedekatan korban dengan anak tirinya. Karena ia merasa kasmaran dengan anak tirinya.

Ditambah lagi, tersangka menganggap korban melakukan pelecehan seksual secara verbal melalui pesan percakapan terhadap anak tirinya. [uci/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar