Hukum & Kriminal

Berkas Kasus Pemukulan oleh Anggota DPRD Jember Sudah Lengkap

Imron Baihaqi, anggota DPRD Jember, Jawa Timur, dari Partai Persatuan Pembangunan [foto: Dias/Humas DPRD Jember]

Jember (beritajatim.com) – Berkas perkara dugaan pemukulan dengan tersangka Imron Baihaqi, anggota DPRD Jember, Jawa Timur, sudah dinyatakan lengkap atau P21.

“Kemarin kami sudah meneliti berkas perkara yang diajukan penyidikan kepada Kejaksaan Negeri Jember, apakah unsur-unsurnya memenuhi syarat formil dan materiil atau tidak,” kata Kepala Seksi Tindak Pidana Umum Kejaksaan Negeri Jember Aditya Okto Thohari, Jumat (9/4/2021).

Berdasarkan hasil penelitian tersebut, menurut Aditya, berkas sudah memenuhi syarat. “Artinya sudah pas untuk kami terbitkan P21. Itu sudah kami terbitkan P21,” kata Aditya.

Saat ini, Kejaksaan Negeri Jember menunggu pengiriman tersangka dan barang bukti dari penyidik kepolisian resor. “Kami menunggu dari penyidiknya seperti apa. Perkembangan terkininya seperti apa, juga belum kami ketahui. Terakhir perkembangannya kan sesuai berkas perkara itu,” kata Aditya.

Sesuai Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, menurut Aditya, waktu yang diberikan kepada kejaksaan untuk meneliti berkas adalah 14 hari. “Dalam 14 hari itu kita harus menentukan sikap apakah lengkap atau ada kekurangan,” katanya.

Imron dilaporkan ke polisi oleh Dodik Wahyu Rianto, Ketua RT 04 RW 13 Kelurahan Slawu, Kecamatan Patrang. Dodik mengaku dipukul oleh Imron, karena menegur anggota Dewan yang mengemudikan kendaraan dengan kecepatan yang dinilai membahayakan itu.

Imron meminta maaf kepada korban. “Saya sudah merasa dan mengakui kalau bersalah dengan kondisi seperti itu. Saya waktu itu kalut,” katanya. Saat itu, ia sedang terburu-buru dan panik karena sang ayah tengah kritis di rumah. [wir/kun]


Apa Reaksi Anda?

Komentar